Site icon Pahami

Berita Hamas Tolak Pelucutan Senjata dan Intervensi Negara Asing di Gaza

Berita Hamas Tolak Pelucutan Senjata dan Intervensi Negara Asing di Gaza


Jakarta, Pahami.id

Pemimpin Senior Hamas Khaled Meshal menolak gagasan perlucutan senjata serta campur tangan negara asing di kawasan GazaPalestina.

“Mengkriminalisasi pertandingan, senjatanya, dan pihak yang melaksanakannya adalah sesuatu yang tidak bisa kami terima,” ujarnya dalam konferensi di Doha, Minggu (8/2).


“Selama ada pendudukan, pasti ada perlawanan. Perlawanan adalah hak negara jajahan… sesuatu yang bisa dibanggakan oleh negara,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Meshal di hadapan Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Awalnya BoP fokus pada pengawasan gencatan senjata Gaza dan rekonstruksi pasca perang.

Namun, mandat dewan tersebut kini telah diperluas, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan kritikus bahwa dewan tersebut dapat berkembang menjadi saingan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Trump meluncurkan BoP pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dimana para pemimpin dan pejabat dari hampir 24 negara bergabung dan menandatangani piagam BoP.

Selain itu, Trump juga membentuk Dewan Eksekutif Gaza, yaitu panel penasehat komite teknokrat Palestina yang beranggotakan tokoh internasional termasuk utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, serta mantan perdana menteri Inggris Tony Blair.

Meshal mendesak BoP untuk mengadopsi pendekatan seimbang yang memungkinkan rekonstruksi Gaza dan aliran bantuan ke sekitar 2,2 juta penduduk Gaza.

Di sisi lain, ia juga memperingatkan bahwa Hamas tidak akan menerima kekuasaan asing atas wilayah Palestina.

“Kami berpegang pada prinsip-prinsip nasional kami dan menolak logika perwalian, intervensi eksternal atau pengembalian mandat dalam bentuk apapun,” katanya.

“Rakyat Palestina memerintah rakyat Palestina. Gaza adalah milik rakyat Gaza dan Palestina. Kami tidak akan menerima kekuasaan asing,” tutupnya.

(afp/tfq/wis)


Exit mobile version