Seorang guru asal Gaza, Hadeel Jamal Zoarob, mengubah kamar kontrakan menjadi pusat pendidikan gratis di Arish, Mesir, untuk membantu ratusan anak-anak Palestina.
Zoarob, seorang guru matematika dan ibu empat anak, meninggalkan Gaza pada 23 April 2024 setelah berbulan-bulan diduduki Israel.
Awalnya, ia hanya mengajar anak-anaknya di rumah yang banyak kehilangan waktu sekolah.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak anak-anak pengungsi Palestina yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut.
Kini, Zoarob telah mengajar lebih dari 200 siswa pengungsi, dibantu oleh beberapa relawan.
Kelas yang diadakan fokus pada empat mata pelajaran inti yaitu matematika, sains, bahasa Arab dan bahasa Inggris.

