Jakarta, Pahami.id —
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Suku Golkar Yahya Zaini mengatakan, anggaran program makan bergizi gratis (MBG) telah disepakati seluruh fraksi termasuk PDI Perjuangan di Badan Anggaran (Banggar) DPR dan rapat paripurna DPR.
Hal itu disampaikannya menanggapi pernyataan PDIP yang menyebut program MBG mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan dalam APBN.
“Semua Fraksi di DPR setuju dengan anggaran MBG yang sudah disepakati Banggar dan disahkan dalam rapat paripurna DPR sehingga menjadi UU APBN. Termasuk Fraksi PDIP, tidak ada yang menolak waktu pembahasan di Banggar dan rapat paripurna. Jadi keputusannya bulat,” kata Yahya saat dihubungi, Jumat (27/2).
Ketua DPR dari PDIP, Ketua Banggar juga dari PDIP. Semua setuju dengan anggaran MBG, tambahnya.
Yahya mengatakan, secara kelembagaan, Golkar tidak terlibat dalam pengelolaan MBG. Meski demikian, Golkar mendukung keberhasilan program tersebut.
Dikatakannya, program seperti MBG telah dilaksanakan banyak negara dan terbukti berhasil melahirkan generasi emas.
Yahya mencontohkan Jepang telah menjalankan program ITY selama 137 tahun, Brazil 71 tahun, Korea Selatan 70 tahun, dan India 31 tahun.
“Golkar tidak terlibat secara kelembagaan dalam kepengurusan MBG karena bukan ranah partai politik. Kepengurusan MBG merupakan wilayah kerja sama antara badan hukum yayasan dan BGN yang sebagian besar dilakukan oleh masyarakat,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi
Esti mengatakan, ketentuan tersebut resmi tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026.
Esti mengatakan Rp. 223 triliun anggaran MBG diambil dari total Rp. 769 triliun anggaran pendidikan.
Disebutkan juga secara jelas anggaran pendidikan sebesar Rp769 triliun digunakan untuk MBG sebesar Rp223,5 triliun. Ini resmi tercantum dalam lampiran APBN, kata Esti dalam jumpa pers di sekolahnya, kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (25/2).
(yoa/anak-anak)

