Site icon Pahami

Berita Gara-gara Perang Lintas Generasi Ukraina Bisa Kena Masalah Mental

Berita Gara-gara Perang Lintas Generasi Ukraina Bisa Kena Masalah Mental


Jakarta, Pahami.id

Empat tahun lagi sejak invasi besar Rusia ke Ukraina dimulai, krisis kesehatan mental di dalam negeri dikatakan semakin buruk dan dampaknya diperkirakan akan terasa di seluruh negeri generasi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat (15/5) menyatakan bahwa tekanan psikologis akibat perang berkepanjangan merupakan salah satu tantangan terbesar bagi Ukraina, di tengah serangan yang terus berlanjut dan situasi kemanusiaan yang belum pulih.

Perwakilan WHO untuk Ukraina, Jarno Habicht, mengatakan lembaganya per Maret 2022 memperkirakan sekitar 10 juta orang di Ukraina membutuhkan dukungan kesehatan mental.


“Dan kebutuhannya terus meningkat,” kata Habicht kepada wartawan di Jenewa, dikutip AFP.

Data terbaru WHO menunjukkan bahwa sekitar 71 persen warga Ukraina pernah mengalami episode kecemasan, stres, dan kesulitan tidur sejak perang dimulai.

“Ketika kita melihat kesehatan mental, kita melihat dampaknya sekarang dan kita tahu dampaknya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” kata Habicht.

Ia juga memperingatkan bahwa upaya rehabilitasi kesehatan mental di Ukraina mungkin memerlukan waktu yang sangat lama.

“Dari sudut pandang pribadi saya, pekerjaan ini akan bertahan hingga akhir abad ini,” ujarnya.

Stres berkepanjangan akibat perang juga dinilai berdampak pada kesehatan masyarakat secara umum. Menurut WHO, dua pertiga warga Ukraina mengatakan kondisi kesehatan mereka memburuk sejak invasi Rusia dimulai.

Habicht mengatakan ada peningkatan penyakit kronis dan beban penyakit tidak menular di negara tersebut. WHO menyatakan jumlah rawat inap akibat stroke meningkat 11 persen, sedangkan kasus serangan jantung meningkat tujuh persen.

Kondisi kesehatan dikatakan lebih buruk bagi populasi pengungsi internal di Ukraina, yang berjumlah lebih dari tiga juta orang. Mereka dinilai lebih rentan terhadap gangguan kesehatan dibandingkan warga yang tidak terpaksa meninggalkan rumahnya.

Pada saat yang sama, sistem layanan kesehatan Ukraina juga terus berada di bawah ancaman serangan.

WHO mencatat lebih dari 3.000 serangan terhadap petugas kesehatan, fasilitas medis, dan transportasi kesehatan sejak awal perang hingga pekan lalu.

Serangan ini menyebabkan sedikitnya 239 orang tewas dan 991 lainnya luka-luka. WHO juga mengatakan satu dari lima serangan menargetkan ambulans dan transportasi medis.

“Petugas kesehatan selalu berisiko,” kata Habicht.

(sels/sel)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version