Site icon Pahami

Berita Filipina, AS, dan Jepang Latihan Militer di Dekat Laut China Selatan

Berita Filipina, AS, dan Jepang Latihan Militer di Dekat Laut China Selatan


Jakarta, Pahami.id

Angkatan Darat Filipina, Amerika Serikatdan Jepang mengadakan latihan bersama di Selat Bashi yang memisahkan Filipina dari Taiwan minggu ini.

Pesawat-pesawat ketiga negara tersebut sedang berpatroli di Kepulauan Batanes, provinsi paling utara Filipina. Dalam latihan tersebut juga dilakukan uji tembak oleh fregat berpeluru kendali BRP Antonio Luna.

Militer Filipina mengatakan kapal angkatan laut itu berada di sebelah barat gugusan pulau Batanes selama latihan tersebut.


“(Latihan tersebut menunjukkan) kemampuan untuk beroperasi secara terintegrasi di lingkungan maritim yang kompleks,” kata militer Filipina dalam pernyataannya, seperti dikutip AFP.

“Operasi tersebut dilakukan di wilayah udara, di atas wilayah Filipina dan laut teritorialnya di utara Luzon,” lanjut pernyataan tersebut.

Kepala urusan masyarakat militer Filipina, Kolonel.

Militer menjelaskan bahwa wilayah tersebut meluas hingga ujung utara Luzon, khususnya Pulau Mavulis, yang merupakan rumah bagi pemukiman kecil angkatan laut dan laut Filipina.

Pada hari Jumat, juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Zhai Shichen mengecam keras latihan tersebut.

“Filipina melibatkan beberapa negara di luar kawasan untuk melakukan apa yang disebut patroli bersama, sehingga mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Zhai.

Ia menambahkan, Tiongkok juga telah melakukan patroli rutin di Laut Cina Selatan pada tanggal 23 hingga 26 Februari.

Sebelumnya, pada bulan Agustus, Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengatakan Filipina bisa saja terpaksa berperang demi Taiwan.

“Saya berharap hal itu tidak terjadi… Namun jika hal itu terjadi, kita harus bersiap,” katanya, merujuk pada banyaknya warga Filipina yang bekerja di Taiwan.

Latihan ini adalah pertama kalinya kegiatan MMCA diperluas ke luar Laut Cina Selatan. Selama ini Filipina dan China kerap terlibat ketegangan di kawasan akibat sengketa wilayah.

Jarak antara Filipina dan Taiwan yang mempunyai pemerintahan sendiri hanya sekitar 100 kilometer. Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

November lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memperburuk hubungan dengan Beijing setelah mengatakan Tokyo dapat melakukan intervensi militer jika Taiwan diserang.

Beijing kemudian membatasi ekspor dan memperingatkan warganya untuk berhati-hati saat bepergian ke Jepang.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jepang juga mengatakan Tokyo berencana menempatkan rudal permukaan-ke-udara di salah satu pulau terpencil di barat dekat Taiwan pada awal tahun 2031.

(blq/dna)


Exit mobile version