Site icon Pahami

Berita Fakta Terkini Perang AS-Israel vs Iran: Korban Tewas-Makam Khamenei

Berita Fakta Terkini Perang AS-Israel vs Iran: Korban Tewas-Makam Khamenei

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Serangan gabungan Amerika Serikat Dan Israel ke Iran Hal ini masih terus berlangsung hingga saat ini (4/3), sejak dimulai pada 28 Februari lalu.

Sebagai tanggapan, Iran juga melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah sehingga menimbulkan kerusakan di beberapa tempat.

Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan perang bisa berlanjut selama empat hingga lima minggu. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang dengan Iran membutuhkan waktu.


Berikut fakta terbaru perang AS-Israel vs Iran per Rabu 4 Maret.

Korban tewas di Iran telah mencapai 787 orang

Korban tewas akibat serangan brutal Amerika Serikat dan Israel ke Iran mencapai 747 orang pada Selasa (3/3).

Sejak pekan lalu, kedua negara tak berhenti menyerang Iran. Mereka baru-baru ini menargetkan gedung Majelis Ahli di Kota Qom, katanya Al Jazeera.

Majelis Ahli adalah badan yang akan memilih pemimpin tertinggi Iran berikutnya.

Khamenei dimakamkan di Masyhad

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel pekan lalu, akan dimakamkan di kota suci Masyhad.

Khamenei berasal dari Masyhad, kota terbesar kedua di Iran tempat ayahnya dimakamkan di makam Imam Reza.

Sejauh ini belum ada informasi mengenai waktu pasti pemakaman Khamenei karena situasi masih bergejolak.

Saudi siap membalas Iran

Arab Saudi mengatakan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan, wilayah, dan masyarakat negara tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah serangkaian serangan Iran terhadap sasaran Saudi, termasuk serangan Iran terhadap kedutaan besar AS di Riyadh.

Israel menyiapkan operasi besar-besaran

Militer Israel mengatakan pihaknya telah memulai gelombang serangan baru yang “meluas” terhadap Iran.

“Angkatan Udara kini telah memulai gelombang serangan besar-besaran terhadap lokasi peluncuran, sistem pertahanan, dan infrastruktur pendukung rezim Iran,” lapor media Israel mengutip pihak militer, seperti dilansir Al Jazeera.

Negara-negara ingin memindahkan penduduknya

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand telah meminta Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi untuk menggunakan wilayah udara Oman “jika perlu” untuk mengevakuasi warga Kanada dari kawasan Teluk.

Prioritas utama kami saat ini adalah 100.000 warga Kanada yang berada di kawasan tersebut, kata Anand dalam sebuah acara di Toronto, dikutip Al Jazeera.

Namun, Anand juga mendesak warga Kanada untuk meninggalkan Timur Tengah dengan cara mereka sendiri, dan saat ini tidak ada rencana bagi Ottawa untuk mengoordinasikan evakuasi.

Sementara itu, Indonesia siap memindahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran.

Untuk tahap awal, KBRI Teheran kini telah memastikan ada 15 WNI yang siap dipindahkan, melalui kota Baku di Azerbaijan.

Sore ini saya juga menginstruksikan duta besar kita di Teheran untuk segera melakukan tindakan evakuasi, jika ada WNI yang ingin dievakuasi, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Istana Kepresidenan.

Negara-negara Arab terkena dampak serangan balik Iran

Beberapa negara Arab telah terkena dampak pembalasan Iran yang menargetkan aset dan pangkalan militer AS. Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan mengalami lebih dari 1.000 serangan yang dilakukan oleh Iran.

UEA tidak memutuskan untuk mengubah postur pertahanannya selama serangan Iran. Namun mereka bersikeras bahwa mereka mempunyai hak untuk membela diri.

Qatar melaporkan mereka menjadi sasaran dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran, salah satunya berhasil dicegat.

Bahrain juga melaporkan berhasil menghancurkan 74 rudal dan 92 drone sejak Iran mulai membalas.

Yordania juga beberapa kali melaporkan berhasil mencegat atau menembak jatuh rudal yang diluncurkan dari Iran.

(isa/dna)



Exit mobile version