Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Polisi telah menangkap YA (16) dan AP (17), diduga membunuh siswa SMP Negeri 26 Bandung, ZAAQ (14), yang jenazahnya ditemukan di eks Kampung Gajah, Bandung Barat. YA adalah siswi SMK asal Garut. Polisi mengungkap beberapa fakta.
Sakitnya persahabatan yang hancur
Polisi mengatakan, motif pembunuhan siswa SD tersebut karena pelaku terluka setelah korban memutuskan persahabatan.
Kapolres Cimahi, Kompol Niko N. Adi Putra di Cimahi mengatakan, tersangka YA (16) mengaku menyimpan dendam terhadap korban yang menyatakan telah memutuskan persahabatan yang telah terjalin selama kurang lebih tiga tahun.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati karena korban memutuskan hubungan, ujarnya.
Dijelaskannya, tersangka YA mengikuti korban hingga ke Bandung dengan niat membunuh korban. YA didampingi AP (17) yang turut diamankan.
Pelaku berangkat ke Bandung menemui korban. Dari pengakuannya, dia berniat membunuh, ujarnya.
Kapolres mengatakan, hubungan korban dan pelaku sebelumnya cukup dekat dan diketahui keluarga korban karena keduanya pernah bersekolah di Garut sebelum korban pindah ke Bandung.
Hubungan mereka seperti kakak dan adik. Meski korban sudah pindah ke Bandung, komunikasi tetap berjalan, ujarnya.
Menurut dia, perbuatan korban yang memutuskan silaturahmi diduga menjadi pemicu utama terjadinya aksi kekerasan hingga berujung pada kematian korban.
Pelaku telah ditangkap
Polisi berhasil menangkap dua tersangka kasus pembunuhan pelajar tersebut. Niko mengatakan, tersangka pelaku pembunuhan di bawah umur ditangkap di wilayah Kabupaten Garut.
Terkait penemuan mayat di kawasan eks Kampung Gajah, polisi telah menangkap pelaku. Dua di antaranya diketahui masih di bawah umur dan ditangkap di Garut, ujarnya.
Dijelaskannya, Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi menangkap dua pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (14/2) sore. Ia juga menambahkan, pelaku sebelumnya pernah melarikan diri ke Tasikmalaya, namun kemudian kembali ke Garut.
Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif pembunuhan korban ZAAQ, siswi SMP Negeri 26 Kota Bandung.
Jenazah ditemukan setelah dilaporkan hilang
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan terjadi pada Senin sore (9/2) saat pelaku sengaja menjenguk korban di Bandung.
Niko juga menjelaskan, ada jeda beberapa hari sebelum jenazah korban ditemukan sebelum ditemukan oleh saksi yang disiarkan langsung di media sosial pada Jumat malam.
Korban dibunuh pada Senin siang dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian jenazah korban ditemukan oleh saksi yang disiarkan langsung di media sosial pada Jumat sore, imbuhnya.
Sebelumnya ZAAQ dilaporkan hilang sejak 9 Januari 2026 dan sempat beredar rumor bahwa korbannya adalah korban penculikan, namun dari pemeriksaan ditemukan informasi tersebut hanya rekayasa pelaku.
Menyangkal penculikan
Polisi mengatakan ponsel korban adalah milik pelaku dan digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan mengenai dugaan penculikan.
Jadi informasi korban penculikan itu sebenarnya dibuat oleh pelaku. Saat itu, telepon genggam korban dalam kendali pelaku. Artinya, masih kami dalami hal-hal lain, jelasnya.
(tim/dal)

