Jakarta, Pahami.id —
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalimantan Barat) catatan banjir melanda enam kecamatan di kawasan itu usai hujan deras, Jumat (9/1).
Banjir tersebut mengganggu aktivitas warga, memutus akses transportasi, dan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar.
Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Bertha mengatakan, banjir terjadi hampir bersamaan di beberapa kecamatan dengan tingkat banjir berbeda. Banjir terjadi di sejumlah wilayah pemukiman warga, sementara di wilayah lain tergenang jalan dan fasilitas umum.
Berdasarkan laporan sementara, ada enam kecamatan yang terdampak banjir dan kami masih memantau perkembangannya, kata Dwi Bertha mengutip di antara.
Enam kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Teriak, Sungai Betung, Suti Semarang, Selebar, Sanggau Ledo, dan Seventeen. BPBD masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jumlah penduduk terdampak dan kondisi infrastruktur di setiap kecamatan.
Di beberapa kabupaten, banjir menyebabkan aktivitas masyarakat terhenti sementara. Genangan air di jalan utama menghambat pergerakan warga, sementara di beberapa wilayah kegiatan sekolah dan perekonomian tidak dapat berjalan seperti biasa.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan mukim dan pemerintah desa untuk memantau kondisi lapangan dan memberikan tindakan pengendalian awal jika terjadi peningkatan debit air. Petugas dan peralatan juga bersiap mengantisipasi banjir lanjutan,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah Bengkayang.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika keadaan tidak memungkinkan lagi, serta mendapatkan harta benda dan dokumen penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat bencana banjir.
(tim/dal)

