Site icon Pahami

Berita Darurat Nipah di India, 100 Orang Dikarantina, 5 Positif Terinfeksi

Berita Darurat Nipah di India, 100 Orang Dikarantina, 5 Positif Terinfeksi


Jakarta, Pahami.id

Lebih dari 100 orang diminta untuk melakukan karantina di rumah, setelah lima kasus virus Nipah dikonfirmasi di negara bagian Benggala Barat, India.

Kelima kasus tersebut termasuk tiga infeksi baru yang dilaporkan oleh otoritas setempat, menambah dua kasus sebelumnya yang melibatkan perawat positif. Menurut laporan berita Press Trust of India, kasus-kasus terbaru ini melibatkan dokter, perawat, dan petugas kesehatan.


Pasien yang terinfeksi terbaru dirawat di rumah sakit penyakit menular di Beleghata, sebelah timur Kolkata, sedangkan kasus sebelumnya masih di Unit Perawatan Intensif sebuah rumah sakit swasta.

“Kondisi perawat laki-laki sudah membaik tetapi pasien perempuan masih sangat kritis. Keduanya dirawat di ICCU (Intensive Coronary Care Unit),” kata seorang pejabat senior di departemen kesehatan Benggala Barat, seperti dikutip dari Independent.

Mantan presiden Asosiasi Medis India, Cochin, Rajeev Jayadevan mengatakan penularan pada manusia jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh kontak yang tidak disengaja dengan kelelawar, misalnya melalui buah yang terkontaminasi.

“Risikonya lebih tinggi di daerah pedesaan atau dekat hutan, di mana praktik pertanian meningkatkan kontak antara manusia dan kelelawar buah yang mencari makan,” kata Jayadevan.

Virus Nipah, yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, dikategorikan sebagai patogen prioritas oleh WHO karena risiko epidemi yang ditimbulkannya. Saat ini belum ada vaksin atau pengobatan pencegahan yang tersedia.

Para ahli di India, yang setiap tahun menghadapi wabah virus Nipah, memperingatkan bahaya penyebaran virus tersebut. Mereka berpendapat bahwa virus Nipah telah ada pada kelelawar terbang selama ribuan tahun dan khawatir akan munculnya strain mutan yang sangat menular dari kelelawar.

Penyakit ini juga bisa menyebar melalui cairan tubuh seperti air liur, urin, dan darah.

Nipah telah membunuh puluhan orang di Kerala sejak pertama kali muncul pada tahun 2018. Virus ini pertama kali diketahui pada tahun 1998 ketika terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Penularan antarspesies terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh kelelawar atau babi yang terinfeksi, dan tercatat beberapa kasus penularan dari manusia ke manusia.

[Gambas:Video CNN]

(rnp/dna)


Exit mobile version