Site icon Pahami

Berita Daftar Negara yang Punya Tradisi Dentum Meriam Tanda Berbuka Puasa

Berita Daftar Negara yang Punya Tradisi Dentum Meriam Tanda Berbuka Puasa

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Berbuka puasa merupakan waktu yang dinantikan oleh umat islam yang sedang menunaikan ibadah cepat di bulan Ramadan.

Azan Maghrib merupakan waktu yang paling sah untuk makan dan minum.

Namun di beberapa negara mayoritas Muslim, beberapa detik sebelum azan ada tradisi peledakan meriam.


Tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun ini masih dipertahankan hingga saat ini. Berikut daftar negara yang mempunyai tradisi meledakkan meriam sebelum berbuka puasa.

1. Midfa al-Iftar di Arab Saudi

Tradisi membunyikan meriam sebagai tanda berbuka puasa masih dilakukan di Arab Saudi hingga saat ini, yang disebut dengan Midfa al-Iftar (meriam berbuka puasa).

Tradisi ini telah berlangsung sekitar 200 tahun. Tradisi ini masih dilanjutkan tidak hanya di Arab Saudi, tapi juga di Mesir, Lebanon, dan Kuwait.

2. Topu Ramadhan di Türkiye

Sama seperti pecahnya meriam cepat, hal serupa juga terjadi di Türkiye yang disebut Ramazan Topu.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Ottoman, dan masih dipertahankan di beberapa kota besar seperti Istanbul, Edirne dan Kars. Selain ledakan meriam, Türkiye juga memiliki tradisi sahur gendang (davulcu).

3. Meriam Istana Naif di Kuwait

Tradisi membunyikan meriam juga berlangsung di Kuwait hingga saat ini. Tradisi ini dimulai pada tahun 1907 pada masa pemerintahan Syekh Mubarak Al-Sabah.

Terletak di Istana Naif, ledakan meriam ditembakkan oleh petugas berseragam merah setiap matahari terbenam untuk menandai waktu berbuka puasa, menjadikannya simbol budaya yang dicintai.

Dilansir Arab News, Istana Naif di Kota Kuwait telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Islam oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia Islam.

Istana Naif dengan luas 28.802 meter persegi dibangun pada tahun 1919, pada masa pemerintahan Emir Sheikh Salem Al-Mubarak Al-Sabah. Istana ini memiliki 219 kamar dan juga memiliki masjid, asrama garnisun, dan gudang amunisi.

4. Meriam Sultan Khos Qadam Kairo

Sedangkan di Kairo, Mesir, tradisi berbuka puasa dengan meriam sudah ada sejak lama, sejak tahun 1467 M (865 H). Hal ini diawali secara tidak sengaja oleh Sultan Khosh Qadam ketika pada suatu sore menjelang matahari terbenam ia mencoba meriam tersebut.

Namun orang Mesir menganggapnya sebagai tanda berbuka puasa. Sejak saat itu, tradisi ini tetap dipertahankan bahkan menyebar ke seluruh wilayah Kesultanan Utsmaniyah dan kini berpusat di Benteng Salahuddin Al-Ayyubi.

Nama lengkap Sultan Khosh Qadam adalah Al-Malik al-Ẓāhir Sayf al-Dīn Khushqadam, Sultan Mamluk yang memerintah di Mesir dan Suriah pada tahun 1461 hingga 1467 M.

5. Meriam Masjid Al Araf, Banten

Di Indonesia juga terdapat tradisi peledakan meriam sebagai tanda berbuka puasa di Masjid Al Araf Rangkas Bitung, Banten.

Meriam cascading ini menggunakan material karbida yang dimasukkan ke dalam pipa besi berdiameter 40 sentimeter. Ledakan dari meriam ini bisa mencapai radius 10 kilometer.

(imf/dna)



Exit mobile version