Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Empat pengaruh atau pemberi pengaruh mendapatkan teror setelah kerap mengkritik berbagai kejadian di Tanah Air, termasuk buruknya pengendalian banjir dan tanah longsor Sumatra. Serangan teroris tersebut berupa pengiriman bangkai ayam, bom molotov, dan ancaman digital.
CNNIndonesia.com rangkum ada empat nama pemberi pengaruh yang sering mengkritik dan meneror:
DJ Doni
Ramond Dony Adam atau dikenal DJ Donny pertama kali diteror pada Senin (29/12). Ia menerima paket berisi bangkai ayam yang dipenggal dan surat ancaman berisi “Jaga mulutmu! Apalagi di media sosial, jangan memecah belah bangsa! atau kamu akan menjadi seperti ayam ini!!!“
Dua hari kemudian, Rabu (31/12) dini hari, DJ Donny diteror berupa bom molotov. Berdasarkan rekaman kamera sirkuit tertutup (CCTV) dari rumahnya, bom molotov dilemparkan oleh dua orang pelaku tak dikenal yang mengenakan masker.
Dalam insiden kekerasan tersebut, sebuah bom molotov menghantam kap mobilnya. DJ Donny langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.
Kekerasan tersebut diduga merupakan respons terhadap konten DJ Donny yang mengkritik pemerintah terkait penanganan banjir Sumatera di media sosialnya.
Iqbal Damanik Greenpeace
Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik menerima kekerasan berupa bangkai ayam pada Selasa (30/12) pagi. Greenpeace mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram @greenpeaceid.
Greenpeace mengatakan, penyerahan bangkai ayam tersebut ditemukan di teras rumah tanpa kemasan apapun, dan bagian kaki ayam tersebut diikat plastik dengan kertas bertuliskan pesan “Jagalah perkataanmu jika kamu ingin melindungi keluargamu, mulutmu, harimaumu“.
“Sulit untuk tidak mengaitkan penyerahan bangkai ayam ini dengan upaya membungkam masyarakat yang gencar mengkritisi keadaan Indonesia saat ini. Ada pola serupa yang kita perhatikan, sehingga menurut kami ini adalah kekerasan sistematis terhadap masyarakat yang akhir-akhir ini banyak mengkritik pemerintah terkait penanganan bencana Sumatera,” kata Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntakpe dalam postingan Instagram Leonard Simanjuntakpe di Instagram (30/12).
Sherly Annavita
Content kreator asal Aceh, Sherly Annavita, juga mendapat teror berupa pelemparan sekantong telur busuk dan mobil pribadinya dirusak pada Selasa (30/12).
“Kekerasan ini sangat terasa setelah Sherly yang berasal dari Aceh/Sumatera ikut memberikan pendapat di beberapa acara TV terkait bencana di Sumatera. Beberapa influencer lain yang bersuara serupa sepertinya juga mengalami perlakuan yang sama,kata Sherly melalui akun Instagramnya @sherlyannavita, Selasa (30/12).
Selain itu, Sherly juga mendapat kekerasan berupa surat ancaman, “Sherly!!! Jangan manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan menambah keuntungan bagi diri sendiri, jangan membawa opini yang salah.”
Kekerasan terjadi setelah Sherly mengunggah video yang mengkritik lambatnya bantuan untuk banjir Sumatera. Sherly mengunggah bukti kekerasan tersebut melalui akun Instagram pribadinya @sherlyannavita. Ia menjelaskan, kekerasan berupa pesan ancaman ke nomor pribadi dan akun media sosial telah ia terima selama beberapa hari dari akun palsu.
Yama Carlos
Aktor Yama Carlos juga mendapat ancaman kekerasan. Ia mengaku mendapat ancaman usai mengunggah video satir penanganan bencana banjir di Sumatera.
Kekerasan yang diterima Yama berupa chat Whatsapp dari beberapa nomor tak dikenal dengan pesan “Hapus seketika konten TikTok Anda selama 1 minggu terakhir,” “secepatnya“.
“Pendek sekali, kompak, tapi itulah yang membuatku,” kata Yama dalam postingan Instagramnya, Selasa (30/12).
Sebelumnya, pria bernama asli Hamba Ramanda itu mengunggah konten satir di akun Instagram dan TikTok pribadinya. Dalam unggahannya ia mengatakan, “pemerintah bertindak seolah-olah sedang bekerja”, meski Yama tidak menyebut nama atau pihak mana pun.
Selain melakukan teror, kata Yama, oknum tersebut juga memanfaatkan orang-orang di sekitarnya.
(kna/dal)

