Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejek kemampuan bertahan Tanah penggembalaan mengatakan kawasan itu hanya dijaga oleh “dua kereta luncur anjing”.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di Air Force One, Minggu (11/1).
Sebelumnya, Trump mengatakan AS akan mengambil alih Greenland “dengan cara apa pun” dan memperingatkan kemungkinan pengambilalihan oleh Rusia atau Tiongkok.
“Jika kita tidak mengambil Greenland, Rusia atau Tiongkok akan melakukannya, dan saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” kata Trump seperti dikutip Euro News.
Ia juga mengatakan Greenland harus membuat kesepakatan agar tidak dikuasai Rusia atau China.
Trump kemudian mengejek pasukan keamanan Greenland.
“Tahukah Anda apa pertahanan mereka, dua kereta luncur, sementara Rusia dan China punya kapal perusak dan kapal selam di mana-mana,” kata Trump.
Pernyataan Trump memicu reaksi Eropa, dimana Jerman menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan perannya di Arktik di tengah krisis diplomatik dengan Washington.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan Berlin akan meningkatkan komitmennya terhadap Arktik sambil menolak ancaman Trump terhadap wilayah Denmark yang kaya mineral.
“Keamanan di Arktik menjadi semakin penting dan merupakan bagian dari kepentingan bersama kita di NATO,” kata Wadephul pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Islandia di Reykjavik.
Ia menegaskan, potensi ancaman dari Rusia atau Tiongkok di kawasan dapat dihadapi bersama melalui NATO.
Meski demikian, Wadephul menegaskan masa depan Greenland harus ditentukan oleh Greenland dan Denmark.
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan negaranya sedang menghadapi “momen yang menentukan” dalam perselisihan diplomatiknya dengan AS mengenai Greenland.
“Ada konflik di Greenland. Ini momen penting,” kata Frederiksen dalam debat menjelang pertemuan di Washington, Senin.
Melalui postingan Facebook, Frederiksen menegaskan bahwa Denmark siap mempertahankan nilai-nilainya di Arktik dan menjunjung hukum internasional serta hak untuk menentukan nasib sendiri.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai “retorika ancaman” dari AS menyusul pernyataan terbaru Trump.
“Swedia, negara-negara Nordik, negara-negara Baltik dan beberapa negara besar Eropa mendukung Denmark,” katanya pada konferensi pertahanan di Salen yang dihadiri oleh Panglima Tertinggi NATO.
Kristersson menilai AS harus berterima kasih kepada Denmark atas kesetiaannya sebagai sekutu, mengingat puluhan tentaranya tewas di Afghanistan dan Irak.
Selain itu, tujuh negara Eropa, termasuk Perancis, Inggris, Jerman dan Italia, menandatangani surat yang menegaskan bahwa hanya Denmark dan Greenland yang berhak menentukan masa depan kawasan.
Trump menganggap kendali atas Greenland penting bagi keamanan nasional AS karena meningkatnya aktivitas militer Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik. AS juga memiliki pangkalan militer di Greenland sejak Perang Dunia II.
(rnp/bac)

