Jakarta, Pahami.id —
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis berpendapat bahwa Dewan Perdamaian alias Peace Board (MEMUKUL) sudah tidak efektif lagi. Ia menyatakan Amerika Serikat sebagai pemrakarsa juga tidak melakukan tindakan serupa.
“Kalau kita lihat di BoP belum efektif, karena ternyata penggagasnya tidak memberikan kesan baik track record maupun sekarang yang berpihak pada perdamaian,” kata Cholil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).
Cholil menekankan, Indonesia harus berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Ia menyatakan, perang ini tidak boleh memberikan dampak buruk bagi masyarakat.
“Kemudian kita juga berharap ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB dan OKI karena semua pihak akan rugi jika perang ini terus berlanjut,” ujarnya.
Pada hari ini, Prabowo kembali mengundang pimpinan ormas Islam, ulama, dan pimpinan pesantren ke Istana. Pertemuan ini terjadi di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan pada 28 Februari. Akibat operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas. Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan pada hari Sabtu. Iran mengonfirmasinya keesokan harinya.
Di hari pertama peluncuran operasi AS-Israel, Iran langsung membalas serangan mereka.
Iran juga menanggapi serangan dalam skala yang lebih besar dibandingkan sebelumnya setelah kematian Khamenei. Mereka menargetkan pangkalan militer Israel dan AS di kawasan Timur Tengah.
(mnf/dal)

