Site icon Pahami

Berita China Kembali Eksekusi Mati 4 Pelaku Sindikat Online Scam Myanmar

Berita China Kembali Eksekusi Mati 4 Pelaku Sindikat Online Scam Myanmar


Jakarta, Pahami.id

Cina kembali dijatuhi hukuman mati empat anggota sindikat penipuan online yang berbasis di Myanmar pada Senin (2/1).

Pengadilan Menengah Rakyat Shenzhen mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa empat orang yang dijatuhi hukuman mati terkait dengan kelompok kriminal keluarga Bai.


“Kejahatan mereka termasuk penipuan, pembunuhan berencana, penyerangan berencana, penculikan, pemerasan, dan prostitusi paksa,” kata pengadilan dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.

Pengadilan mengatakan salah satu anggotanya, Bai Yincang, juga bersekongkol untuk menjual dan memproduksi sekitar 11 ton sabu.

Menurut pengadilan, sindikat penipuan tersebut beroperasi di lokasi penipuan di provinsi Kokang, Myanmar utara. Mereka juga disebut-sebut telah menyebabkan kematian enam warga Tiongkok dan melukai banyak lainnya.

Sementara orang kelima yang juga divonis hukuman mati, Bai Suocheng, meninggal dunia karena sakit setelah putusan dijatuhkan pada November lalu. Dia diduga sebagai pemimpin kelompok tersebut.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok secara aktif bekerja sama dengan Myanmar dan negara-negara lain untuk menangani penipuan telekomunikasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian.

“Beijing akan mengintensifkan upaya untuk melawan sindikat ini,” tambahnya.

Sebelumnya pada Kamis (29/1), China mengeksekusi 11 penipu online yang berbasis di Myanmar.

Menurut kantor berita Xinhua, 11 orang tersebut dijatuhi hukuman mati pada September lalu setelah dinyatakan bersalah melakukan kejahatan termasuk pembunuhan, penahanan ilegal dan penipuan.

Menurut televisi pemerintah Tiongkok, CCTVkelompok ini mempekerjakan sekitar 10.000 orang untuk melakukan penipuan dan kejahatan lainnya.

Ibu kota Kokang, Laukkaing, merupakan pusat industri penipuan bernilai miliaran dolar di wilayah di mana penegakan hukum sulit didapat.

Di Myanmar, kompleks penipuan aman dari hukum karena korupsi dan kelemahan sistemik. Sindikat dan kelompok bersenjata memanfaatkan situasi ini untuk memperluas bisnis, terutama selama hampir lima tahun perang saudara di perbatasan.

[Gambas:Video CNN]

(dna/bac)


Exit mobile version