Site icon Pahami

Berita Bupati Deliserdang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari

Berita Bupati Deliserdang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari


Medan, Pahami.id

Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan bertekad status tanggap darurat Penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor. Operasi penetapan dan penanganannya dimulai pada 27 November 2025 sampai dengan 10 Desember 2025, berlaku selama 14 hari.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deliserdang Anwar Sadat Siregar mengatakan, penetapan status tanggap darurat berdasarkan keputusan Bupati Deliserdang Nomor 613 Tahun 2025 tanggal 29 November 2025.

Banjir yang terjadi telah merendam 30.609 unit rumah sehingga menyebabkan 52.100 kepala keluarga (kk) atau 170.760 jiwa di 15 kecamatan terdampak, kata Anwar, Sabtu (29/11).


Menurut dia, 15 kecamatan tersebut antara lain Tanjung Morawa, Deli Tua, Sunggal, Namorambe, Hamparan Perak, Bangun Purba, Percut Sei Tuan, Sibolangit, Lubuk Pakam, Beringin, Batang Kuis, Patumbak, Galang, Pantai Labu, dan Pancur Batu.

Banjir dan longsor terjadi di 15 kecamatan di Kabupaten Deliserdang pada Kamis, 27 November 2025. Akibatnya, 2.243 hektare (ha) sawah terendam, ujarnya.

Kerusakan sarana dan prasarana antara lain jebolnya dua bendungan di Kecamatan Tanjung Morawa, dua masjid, dan dua sekolah dasar negeri (SD) terendam banjir. Dua tempat wisata juga mengalami kerusakan.

Kerusakan infrastruktur lainnya terjadi di Kecamatan Sunggal, tepatnya di Desa Tanjung Selamat. Jembatan yang menghubungkan Dusun I, IA, dan II-A di desa tersebut putus, jelasnya.

Di Kecamatan Hamparan Perak, kantor Kota Rantang dan Klambir V Kebun mengalami kerusakan. Dua sekolah dan dua puskesmas di kedua desa juga rusak. Di Kampung Paya Bakung, jembatan putus di kedalaman sungai 7 meter sehingga mengakibatkan akses masyarakat terganggu.

“Di Kabupaten Sibolangit, bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun I dan II Desa Buah Nabar menyebabkan jalan desa tertimbun.

Sementara di Dusun II Desa Suka Maju, jalan desa dipotong sepanjang 50 meter dan kedalaman 25 meter. Sementara itu, tanah longsor di Desa Bandar Baru mengakibatkan jembatan gantung rusak, dan rumah hampir roboh.

“Di Kabupaten Batang Kuis, delapan sekolah dan dua tempat ibadah terendam banjir sehingga menyebabkan kerusakan ringan.
“Di Kecamatan Patumbak, tepatnya di Desa Patumbak Kampung, terdapat tanggul jebol dengan kedalaman 3 meter,” ujarnya.

(fnr/tidak)



Exit mobile version