Site icon Pahami

Berita Bom yang Matikan 160 Siswi Iran Berasal dari AS

Berita Bom yang Matikan 160 Siswi Iran Berasal dari AS


Jakarta, Pahami.id

Penyelidik militer Amerika Serikat (AS) yakin militer AS bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah perempuan di Iran yang menewaskan lebih dari 160 siswa sekolah.

Serangan terhadap sekolah putri di Minab, Iran selatan, terjadi pada hari pertama serangan AS dan Israel di negara tersebut pada Sabtu (28/2).

Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, mengatakan serangan itu menewaskan 150 siswi. Meski belum dapat dipastikan jumlah siswi yang tewas, laporan Reuters menyebutkan lebih dari 160 siswi kehilangan nyawa.


Dikutip dari Reuters, menurut dua pejabat AS, penyelidik militer AS yakin ada kemungkinan militer AS berada di balik penyerangan terhadap sekolah putri Iran. Hanya saja penyelidikannya belum mencapai kesimpulan akhir.

Reuters tidak meminta rincian lebih lanjut mengenai penyelidikan tersebut, termasuk bukti yang mendukung penilaian awal, jenis amunisi apa yang digunakan, siapa yang bertanggung jawab, atau mengapa AS menyerang sekolah tersebut.

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu tidak menutup kemungkinan akan muncul bukti baru yang akan membebaskan AS dari tuduhan dan menuding pihak lain bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Pada Rabu (4/3), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengaku militer AS sedang menyelidiki insiden tersebut.

Belum diketahui berapa lama militer AS akan melakukan penyelidikan dan bukti apa yang dicari untuk mengungkap kasus ini. Namun, Hegseth membantah bahwa AS menargetkan warga sipil untuk melakukan serangan.

Tentu saja, kami tidak pernah menargetkan warga sipil. Namun kami sedang mengkaji dan menyelidikinya,” kata Hegseth.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melontarkan komentar serupa. Menurut Rubio, AS tidak akan sengaja menyasar sekolah.

“Departemen Perang akan memeriksa apakah itu serangan kita, dan saya akan menyampaikan pertanyaan Anda kepada mereka,” kata Rubio.

Sementara Pentagon tidak banyak menanggapi pertanyaan Reuters kepada Komando Pusat Angkatan Darat AS.

“Tidak pantas berkomentar karena insiden tersebut sedang diselidiki,” kata Kapten Timothy Hawkins.

(sr.)



Exit mobile version