Site icon Pahami

Berita Biaya Perang AS Lawan Iran Bengkak hingga Tembus Rp506 Triliun

Berita Biaya Perang AS Lawan Iran Bengkak hingga Tembus Rp506 Triliun


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menyatakan biaya perang melawan Iran meningkat menjadi US$29 miliar (sekitar Rp 506 triliun) dari perkiraan awal US$ 25 miliar (sekitar Rp 436 triliun).

Perkiraan tersebut disampaikan Pengawas Keuangan Pentagon Jay Hurst saat Kementerian Pertahanan bertemu dengan anggota parlemen di Kongres pada Selasa (12/5). Kata dia, sebagian dana itu dialokasikan untuk penggantian amunisi dan perbaikan peralatan militer.


Jadi pada pertemuan sebelumnya, jumlahnya 25 miliar dolar, tapi tim staf gabungan dan tim terus merevisi perkiraan itu, dan sekarang menurut kami mendekati 29 miliar dolar, kata Hurst dalam siaran langsung yang dirilis Amerika Serikat Hari Ini di dalam YouTube.

Dia kemudian berkata, “Itu untuk biaya perbaikan dan penggantian peralatan dan juga biaya operasional umum untuk menjaga orang-orang tetap berada di pangkalan.”

Perkiraan biaya perang ini terjadi di tengah kekhawatiran di kalangan anggota parlemen mengenai biaya perang dan dampaknya terhadap berkurangnya pasokan senjata.

Terkait pasokan senjata, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang juga hadir dalam pertemuan tersebut ditanyai oleh anggota parlemen.

Dia menolak klaim bahwa AS kehabisan pasokan senjata. “Saya tidak setuju amunisi habis. Itu tidak benar,” kata Hegseth.

Pada saat yang sama, Hegseth mengatakan pemerintahan di bawah Donald Trump berupaya meningkatkan produksi senjata.

Dalam forum tersebut, Hegseth juga ditanyai tentang kemungkinan rencana untuk mengakhiri perang dengan Iran. AS, jawabnya, mempunyai rencana untuk meningkatkan intensitas konflik dan bahkan menarik pasukan jika diperlukan.

“Kami punya rencana untuk menunda (retrograde) jika perlu. Kami punya rencana untuk mentransfer aset,” kata Hegseth seperti dikutip. Berita Euro.

AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalasnya dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan aset militer Washington di negara-negara Teluk.

Pertempuran terus berlanjut hingga AS dan Iran akhirnya mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu yang dimulai pada 8 April. Perjanjian ini kemudian diperpanjang tanpa batas waktu.

Saat ini AS, Iran dan mediator konflik Pakistan sedang berusaha merundingkan gencatan senjata permanen. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena perbedaan pendapat yang mendalam antara kedua negara, terutama terkait isu nuklir.

(isa/bac)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google






Exit mobile version