Site icon Pahami

Berita Bertemu Netanyahu, Trump Tegaskan Tetap Lanjut Negosiasi dengan Iran

Berita Bertemu Netanyahu, Trump Tegaskan Tetap Lanjut Negosiasi dengan Iran


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kata Perdana Menteri (PM) Israel. Benyamin Netanyahu bahwa dia masih ingin mencoba upaya diplomatik untuk melawannya Iran.

Netanyahu bertemu Trump di Gedung Putih pada Rabu (11/2) untuk membahas beberapa isu, khususnya terkait Iran.


Menurut sumber yang berbicara kepada CNN, kunjungan Netanyahu adalah untuk melaporkan intelijen terbarunya mengenai kemampuan militer Teheran, untuk mendorong tindakan militer dari Amerika Serikat.

“Tidak ada kesepakatan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran terus berlanjut,” kata Trump di media sosial usai pertemuannya dengan Netanyahu.

Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran adalah prioritas utamanya saat ini. Namun, jika tidak tercapai kesepakatan, ia terbuka terhadap opsi lain.

“Jika ada kesepakatan, saya akan memberitahu Perdana Menteri bahwa hal itu akan menjadi prioritas. Namun jika tidak, kita lihat saja nanti,” kata Trump, mengacu pada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Percakapannya dengan Netanyahu yang berlangsung selama tiga jam juga membahas tentang Jalur Gaza. Trump menegaskan perdamaian benar-benar telah tercapai di Timur Tengah.

Netanyahu bergegas ke Washington ketika AS dan Iran akhirnya melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir Teheran.

Netanyahu ingin mendesak AS untuk memastikan bahwa program nuklir, rudal balistik, dan dukungan Iran terhadap proksinya dihentikan sepenuhnya. Sejak awal, Israel merasa gugup terhadap Iran karena menilai Teheran sedang berusaha membangun kembali kemampuan nuklir dan militernya setelah dibom pada Juni 2025.

Menurut kantor Netanyahu, perdana menteri meminta Trump untuk memastikan bahwa “kebutuhan keamanan Israel” disertakan dalam negosiasi AS-Iran.

Sementara itu, Iran menegaskan pembicaraannya dengan AS hanya akan membahas program nuklirnya. Isu-isu lain seperti rudal balistik tidak akan menjadi agenda Teheran.

Iran telah lama menyatakan bahwa program nuklirnya dilakukan untuk tujuan damai dan kepentingan umum. Teheran menyatakan siap mengurangi pengayaan uraniumnya jika AS mencabut semua sanksi terhadap Iran.

(blq/dna)


Exit mobile version