Site icon Pahami

Berita Bersaksi di Kongres, Clinton Serang Balik Trump soal Jeffrey Epstein

Berita Bersaksi di Kongres, Clinton Serang Balik Trump soal Jeffrey Epstein


Jakarta, Pahami.id

Mantan Menteri Luar Negeri dan Ibu Negara Amerika Serikat, Hillary Clintonmendesak Presiden Donald Trump untuk memberikan kesaksian mengenai hubungannya dengan terpidana predator seks dan pedofil Jeffrey Epstein.

Hal tersebut diungkapkan Clinton saat memberikan kesaksian di depan Kongres terkait dugaan hubungan antara dirinya dan suaminya, mantan Presiden Bill Clinton, dengan Epstein pada Kamis (26/2).


Clinton menggunakan penampilannya di panel Kongres yang dipimpin Partai Republik untuk melancarkan serangan balik terhadap Trump, yang diyakini banyak orang memiliki hubungan dekat dengan Epstein dan terlibat dalam kejahatan perdagangan seks.

Clinton mengatakan di hadapan komite kongres bahwa dia tidak memiliki informasi tentang kejahatan Epstein, tidak pernah ingat pernah bertemu dengannya, dan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi atau terbang dengan pesawat pribadinya.

Dia menuduh panel Kongres berusaha “melindungi pejabat publik” yaitu Trump.

Sementara itu, ketua komite, James Comer, yang juga akan menanyai mantan presiden Bill Clinton, mengatakan “tujuan keseluruhan penyelidikan ini adalah untuk memahami berbagai hal tentang Epstein”.

“Jika komite ini benar-benar ingin mengetahui kebenaran tentang kejahatan perdagangan seks Epstein… maka mereka (Trump) harus di bawah sumpah dan menjawab langsung tentang puluhan ribu kemunculan dalam dokumen Epstein,” kata Clinton seperti dikutip. AFP.

Anggota senior Partai Demokrat di komite tersebut, Robert Garcia, juga meminta Trump untuk bersaksi “untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para penyintas di seluruh negeri.”

“Ini harus segera dilakukan,” ujarnya.

Anggota Partai Demokrat lainnya, Suhas Subramanyam, mengatakan bahwa “file FBI yang hilang” yang tidak termasuk dalam pengungkapan Epstein berisi “tuduhan serius pelecehan seksual” terhadap Trump.

Komite Pengawas DPR yang dipimpin Partai Republik sedang menyelidiki orang-orang yang memiliki hubungan dengan Epstein, yang meninggal di sel penjara New York pada tahun 2019 saat menunggu persidangan.

Bill dan Hillary Clinton awalnya menolak panggilan pengadilan tersebut (panggilan) untuk bersaksi, namun akhirnya setuju setelah anggota DPR dari Partai Republik mengancam akan menuntut mereka karena menghina Kongres.

Dalam pernyataan pembukaannya, Hillary Clinton mengatakan komite tersebut “mendasar panggilan kepada saya dengan asumsi bahwa saya memiliki informasi terkait penyelidikan kegiatan kriminal Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell.”

“Izinkan saya sejujurnya. Saya tidak memilikinya,” kata Clinton dalam sidang.

(rds)


Exit mobile version