Site icon Pahami

Berita Bentrok Warga Flores Timur Bersenjata Rakitan, Korban Luka Berjatuhan

Berita Bentrok Warga Flores Timur Bersenjata Rakitan, Korban Luka Berjatuhan


Manggarai Barat, Pahami.id

Pertempuran antara warga Dusun Bele (Desa Waiburak) dan Dusun Lewonara (Desa Narasaosina) di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Peristiwa yang terjadi pada Jumat (6/3) ini mengakibatkan beberapa korban mengalami luka tembak akibat senjata rakitan.

Dua di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrikus Fernandez Larantuka dan harus menjalani operasi hari ini, Sabtu (7/3).

Kepala Puskesmas Ile Boleng Stefanus Ola Bura mengatakan, kedua korban yang dimaksud merupakan warga Kampung Waiburak. Satu orang terluka di paha kanan dan satu lagi di bagian bawah telinga kanan.


Korban dari Kampung Waiburak atau tepatnya Dusun Bele ada dua orang. Kedua korban tabrakan ini langsung dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandes Larantuka, ujarnya saat dihubungi melalui telepon. CNNIndonesia.comSabtu sore.

Direktur RS Dr Hendrikus Fernandez Larantuka, Gregorius Bato Koten mengatakan, kondisi kedua korban kini stabil namun terdapat benda asing di tubuhnya.

“Mereka dirujuk pada Jumat lalu, dilakukan pemeriksaan dan ditemukan ada benda asing di organ korban. Jadi rencananya hari ini akan dilakukan operasi untuk mengeluarkannya,” jelasnya.

“Saat ini masih ada satu pasien di IGD dan satu lagi sudah dipindahkan ke ruang Edelweis,” ujarnya.

Sementara tiga korban lainnya yang dirawat di RS Pratama Adonara dengan luka tembak di bagian kaki sudah mendapat perawatan.

Dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan intensif, sedangkan satu orang masih dalam pengawasan setelah mengeluarkan peluru.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra menjelaskan, bentrokan dipicu perbedaan persepsi terkait rencana penggunaan lahan di perbatasan kedua wilayah. Polisi langsung turun tangan untuk menenangkan situasi.

Anggota Polres Flores Timur bersama Polsek Adonara Timur segera melakukan pengamanan di lokasi kejadian dan melakukan pendekatan untuk membujuk masyarakat agar situasi tetap kondusif, ujarnya saat dikonfirmasi. Pahami.id.com.

Polisi berupaya memediasi bentrokan antara warga Desa Bele (Desa Waiburak) dan Desa Lewonara (Desa Narasaosina) di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat (6/3). (dokter khusus)

Pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel di tempat-tempat rentan untuk menghindari pergerakan massa yang dapat memicu pertempuran lanjutan.

Selain itu, polisi juga melakukan komunikasi intensif dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa.

“Kami mengedepankan pendekatan kemanusiaan dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan melalui konsultasi,” kata AKBP Adhitya.

Dari hasil pendataan sementara, terdapat enam bangunan yang mengalami kerusakan, yakni 1 unit gudang kopra, 2 unit tempat usaha (tempat cuci motor dan pangkas rambut), dan 3 unit hunian. Kerugian materil masih dalam proses pendataan dengan pemerintah desa.

Polisi juga telah memperoleh barang bukti berupa ketapel, anak panah, senjata tajam seperti parang, dan beberapa alat rakitan yang diduga digunakan sebagai alat kejut untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sebanyak 30 anggota Polres Flores Timur dan 32 anggota Brimob Sikka dikerahkan untuk menjaga keamanan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu menahan diri dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada pihak yang berwenang melalui dialog.

(lou/ingin)


Exit mobile version