Site icon Pahami

Berita Banjir Parah di Kota Tangerang, Tanggul Jebol Jembatan Lumpuh

Berita Banjir Parah di Kota Tangerang, Tanggul Jebol Jembatan Lumpuh


Jakarta, Pahami.id

Banjir di dalam Kota Tangerang hari ini merusak beberapa infrastruktur. Ratusan rumah di Perumahan Pinang Griya, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terendam banjir akibat jebolnya bendungan Sungai Angke.

Luapan air menembus dinding rumah warga hingga merendam komplek perumahan.

Menurut Kapolres Penang Iptu Adityo Wijanarko, peristiwa bendungan itu terjadi sekitar pukul 05.20 WIB menyusul hujan deras sepanjang malam yang menyebabkan debit air meningkat hingga bendungan tak mampu menampungnya.


Aliran air bendungan jebol dan langsung menggenangi rumah warga sekitar. Sebuah rumah juga hancur terendam air.

Jadi jarak rumah dengan tanggul terhalang. Karena ada ruang kosong, air masuk ke dalam rumah, kata Adityo saat dihubungi detikcom, Jumat (23/1).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Rumah yang dibobol dalam keadaan kosong alias tidak berpenghuni.

“Ini rumah kosong, tidak ada penghuninya,” ujarnya lagi.

Dalam rekaman video yang dibagikan, terlihat air mengalir deras melalui salah satu rumah. Jendela atas dan bawah terkena limpasan air sungai.

Ketinggian banjir sekitar 60 sentimeter. Total ada 1.800 KK dari 2 rukun warga (RW) yakni RW 05 dan RW 06 yang terdampak banjir.

32 titik banjir di Kota Tangerang

Kapolres Metro Kota Tangerang Kompol Raden Muhammadjauhari mengatakan, terdapat 32 titik banjir di Kota Tangerang hari ini.

Banjir terjadi di beberapa wilayah antara lain Kecamatan Benda, Ciledug, Cipondoh, Pinang, Jatiuwung, Sepatan, Pakuhaji dan Teluknaga. Ketinggian air bervariasi dari 5 cm (sentimeter) hingga 120 cm.

Situasi terparah terjadi di Kampung Petir, Kecamatan Cipondoh, menyebabkan jalan menuju Jembatan Bendungan Polor tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, ujarnya.

Pagi ini ketinggian air masih sama seperti tadi malam. Bahkan cenderung meningkat karena pagi ini kembali turun hujan di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun total 160 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Sebanyak 160 orang dari 16 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan petugas,” jelasnya.

Selain banjir, pohon tumbang juga terjadi di kawasan Pakuhaji, khususnya di Kampung Kebon Cabe, Kampung Gaga. Pohon kembang sepatu dengan tinggi sekitar 25 meter dan diameter batang 2 meter tumbang akibat cuaca ekstrem dan menimpa dua rumah warga.

Meski menimbulkan kerugian materil, namun kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, jelasnya.

Ia dan lembaga lainnya mendirikan empat posko siaga bencana. Lokasinya berada di Polres Metro Tangerang Kota, Kantor Pemadam Kebakaran Kecamatan Benda, Kantor Satpol PP Kabupaten Teluknaga, dan di Kampung Alar Indah, Kampung Kohod, Pakuhaji.

Baca selengkapnya Di Sini…

(tim/wis)


Exit mobile version