Site icon Pahami

Berita Banjir Demak Kepung 5 Desa, 2 Tanggul Jebol Masih Perbaikan

Berita Banjir Demak Kepung 5 Desa, 2 Tanggul Jebol Masih Perbaikan


Jakarta, Pahami.id

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, masih ada lima desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten DemamJawa Tengah (Jateng) yang masih terkepung banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.

Banjir terjadi sejak Senin (16/2) dini hari.

Keadaan tersebut dipengaruhi oleh karakter wilayah yang berupa cekungan dan air pasang sehingga aliran air menuju Sungai Dombo masih belum maksimal dan masih menggenangi pemukiman dan akses jalan, kata Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Abdul Muhari mengutip di antaraMinggu (1/3).


Ketinggian air yang tinggi menghalangi perbaikan tanggul

Diakui BNPB, debit air yang tinggi akibat hujan deras dan gelombang pasang menjadi tantangan dalam mempercepat perbaikan jebolnya bendungan di Demak.

“Ada dua bendungan yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu dan masih dalam proses perbaikan, di antaranya tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang di Demak,” ujarnya.

BNPB memastikan penutupan tanggul Sungai Cabean mencapai sekitar 70 persen di lokasi titik kiri dan 80 persen di lokasi kanan yang masih dalam proses penguatan.

Ia menjelaskan, pengoperasian bendungan Sungai Tuntang di beberapa tempat masih tertunda karena debit air yang tinggi, meski ada beberapa tempat yang berhasil ditutup dan diperkuat.

Upaya lebih lanjut yang dilakukan antara lain perkuatan tanggul, normalisasi saluran sekunder, pemasangan jaring pengumpul sampah di Sipon Gajah, serta pembersihan saluran menggunakan alat berat. Seluruh kegiatan dikoordinasikan melalui Posko Penanggulangan Bencana Banjir untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak, ujarnya.

Abdul menjelaskan, perbaikan tanggul belum rampung dan kondisi cuaca yang kerap mengalami hujan lebat berkepanjangan menyebabkan sebagian wilayah di Demak masih terendam banjir.

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada, mengikuti arahan pemerintah setempat, dan segera melaporkan kejadian bencana melalui jalur resmi agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

(tim/dal)


Exit mobile version