Site icon Pahami

Berita Banjir Berhari-hari, 1.600 Warga Jakarta Masih Mengungsi

Berita Banjir Berhari-hari, 1.600 Warga Jakarta Masih Mengungsi


Jakarta, Pahami.id

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa lebih dari 1.600 penduduk masih kehilangan tempat tinggal sebagai akibatnya banjir hari di beberapa daerah DKI Jakarta.

Kepala Pusat Informasi, Data, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir akibat hujan deras sejak Kamis (22/1) berdampak pada 20 kecamatan di enam kecamatan.


Setidaknya 585 kepala keluarga atau 1.623 jiwa harus mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian, kata Abdul, Minggu (25/1) seperti dikutip dari di antara.

Menurut Abdul, para korban pengungsi tersebar di wilayah Jakarta Timur, antara lain Balai Salat Al Islah dan Lapangan Tenis RW 03 di Kelurahan Cawang, Balai Kelurahan Bidara Cina, Masjid Al Abror RW 11, Gedung SKKT RW 11 di Kampung Bidara Cina, serta SDN Kampung Melayu 01 dan 02 serta Masjid Jami Ittihadul Ikhwan di Kampung Melayu.

Sedangkan korban yang dievakuasi di Jakarta Barat berada di empat kecamatan yakni Rawa Buaya, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Duri Kosambi.

Lokasi pengungsi menggunakan masjid, surau, balai umum, sekolah dasar dan fasilitas perkantoran, dengan jumlah pengungsi terbanyak tercatat di SDN 07 Rawa Buaya dan beberapa sekolah lainnya.

Selama di Jakarta Utara, pengungsi terdata di Masjid Nurul Jannah Jalur RW 02 Kelurahan Kapuk Muara.

“Kebutuhan dasar pengungsi juga dipastikan terpenuhi selama berada di pengungsian, antara lain makanan siap saji, air bersih, pakaian, layanan sanitasi dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Abdul menjelaskan, berdasarkan laporan BPBD Jakarta, kondisi stagnasi pada Minggu (25/1) pagi sudah mulai menunjukkan perbaikan.

Sejumlah titik banjir sudah surut antara lain di Kecamatan Cililitan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Namun di Jakarta Timur dan Jakarta Utara, masih terdapat 14 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.

Kejadian banjir tertinggi terjadi di Kampung Melayu menyusul meluapnya Sungai Ciliwung yang menyebabkan air setinggi 80 sentimeter merendam pemukiman warga.

Tim gabungan aparat yang disediakan pemerintah daerah dipastikan akan tetap berada di lokasi untuk memantau proses penyedotan genangan, pembersihan saluran air, dan memastikan fungsi drainase berjalan maksimal bersama aparat daerah setempat.

(fra/antara/fra)



Exit mobile version