Jakarta, Pahami.id —
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Israel-Amerika pada Sabtu (28/2), akan dimakamkan di kota suci Masyhad.
Informasi tersebut berdasarkan laporan kantor berita Fars yang dikutip dari Al Jazeera, Rabu (4/3).
Khamenei, yang meninggal pada usia 86 tahun setelah memimpin negara itu selama 36 tahun, berasal dari Masyhad, kota terbesar kedua di Iran, tempat ayahnya dimakamkan di mausoleum Imam Reza.
Tanggal pemakaman belum diumumkan.
Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2) pagi. Dia diserang saat sedang bertugas di kantornya.
Iran sangat marah dan melancarkan rentetan serangan balik ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Ledakan dan serangan dilaporkan terjadi di negara-negara Teluk, yaitu Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Irak.
Sejak dipastikan tewasnya Khamenei, Iran kini sibuk mencari sosok pengganti yang akan memegang kekuasaan penuh atas negaranya sembari tetap menghadapi kemungkinan serangan dari Israel dan AS.
Iran telah menunjuk seorang ulama senior, Ayatollah Alireza Arafi, untuk memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara yang akan mengambil alih sebagai Pemimpin Tertinggi setelah kematian Khamenei.
Sebelumnya, Komandan Keamanan Iran, Ali Larijani, mengeluarkan ancaman kepada Amerika Serikat dan Israel yang menyatakan bahwa Iran siap berperang panjang melawan AS dan Israel.
Larijani mengatakan tentara Iran dilatih untuk melakukan pertempuran panjang. Selain itu, pemerintah Iran juga tidak memperdulikan uang yang perlu dikeluarkan untuk perang melawan Israel dan AS.
“Iran, berbeda dengan Amerika Serikat, siap berperang panjang. Iran akan mempertahankan diri berapa pun risikonya,” tulis Larijani melalui akun X, Senin (2/4), dikutip dari Al Arabiya.
(fra/aj/fra)

