Jakarta, Pahami.id —
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim serangan mereka berhasil menghancurkan markas militer Iran alias Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/3) waktu setempat.
“Amerika kini memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar,” demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip. AFP, Senin (2/3) dini hari WIB.
Pernyataan tersebut diunggah CENTCOM melalui akun resmi X-nya. Dalam keterangannya, CENTCOM menyertakan video rudal yang ditembakkan dari kapal perang AS, kemudian menghancurkan sebuah kompleks di tengah kota.
Melalui akun X-nya, CENTCOM menyatakan IRGC telah membunuh lebih dari 1.000 warga AS selama 47 tahun terakhir.
“Kemarin serangan besar-besaran AS memenggal kepala ular itu,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Aksi militer gabungan AS-Israel, demikian sebutannya Operasi Epic Furydilaksanakan sejak Sabtu (28/2) lalu. Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer tersebut diperkirakan akan memakan waktu satu bulan lagi sebelum dapat dinyatakan sukses sepenuhnya.
Dalam salah satu serangan roket disebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, tewas.
Iran kemudian melancarkan serangan balik pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada Sabtu (28/2), Iran juga melancarkan serangan ke Riyadh dan Provinsi Timur Arab Saudi.
Roket Iran juga menargetkan fasilitas AS di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, Oman, dan tentu saja Israel.
Serangkaian ledakan yang diduga akibat roket Iran yang menembus wilayah Israel terjadi pada Minggu (1/3).
Sebelumnya, sirene udara berbunyi nyaring setelah tentara Israel mendeteksi adanya roket yang diluncurkan ke Iran.
Beberapa roket berhasil menembus sistem pertahanan dan menghantam beberapa wilayah di sebelah barat Yerusalem.
“Beberapa waktu lalu, [militer Israel] rudal yang diidentifikasi diluncurkan dari wilayah Iran. “Sistem pertahanan telah dioperasikan untuk mencegat ancaman tersebut,” kata tentara Israel (IDF) seperti dikutip AFP.
Salah satu petugas ambulans di Yerusalem Barat mengakui sedikitnya enam orang terluka akibat ledakan roket Iran.
“Di wilayah Yerusalem, EMT dan paramedis MDA memberikan perawatan medis kepada seorang pria berusia sekitar 50 tahun dalam kondisi sedang, dan 5 orang dalam kondisi ringan,” kata pernyataan MDA.
(anak-anak)

