Site icon Pahami

Berita AS-Israel Kompor Demo Iran: Warga Muak dengan Rezim!

Berita AS-Israel Kompor Demo Iran: Warga Muak dengan Rezim!


Jakarta, Pahami.id

Amerika Serikat dan Israel bersatu mendukung demonstrasi rakyat Iran yang menuntut perubahan rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Kementerian Luar Negeri Israel (Kemlu) menyatakan pada Minggu (28/12) bahwa demonstrasi di Iran meletus karena masyarakat sudah muak dengan rezim Khamenei.


“Rakyat Iran sudah muak dengan rezim dan keruntuhan perekonomian,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel di akun X berbahasa Persia, Minggu (28/12).

Mantan perdana menteri (PM), menteri Israel, bahkan PM Israel Benjamin Netanyahu juga sibuk menyuarakan dukungannya terhadap rakyat Iran. Dalam pernyataan saat wawancara dengan Newsmax, Netanyahu mengatakan Negara Zionis sepenuhnya bersimpati dengan rakyat Iran.

Katanya, rezim Iran saat ini telah menindas rakyat Teheran yang memiliki masa lalu dan masa depan yang gemilang.

“Jika ingin ada perubahan, perubahan itu akan datang dari dalam. Itu tergantung pada rakyat Iran. Kami memahami apa yang mereka alami dan kami sangat bersimpati kepada mereka,” kata Netanyahu seperti dikutip. Iran Internasional.

“Rezim tirani ini telah menindas rakyat Iran. Mereka adalah orang-orang hebat, sangat bertalenta dengan masa lalu yang gemilang, dan bisa mempunyai masa depan yang gemilang juga. Namun masa depan ini sedang dibajak oleh preman-preman teologis, para mullah dan Ayatollah yang berada di puncak kekuasaan,” lanjutnya.

Pada Senin (29/12), Departemen Luar Negeri AS juga menyuarakan dukungannya terhadap aksi protes di Teheran. Dalam pernyataan di akun X dalam bahasa Persia, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah Iran harus menghormati hak-hak dasar rakyat Iran dan menanggapi tuntutan mereka dengan tepat.

“Republik Islam Iran harus menghormati hak-hak dasar rakyat Iran dan menanggapi tuntutan sah mereka, bukannya membungkam mereka. Amerika Serikat mendukung rakyat Iran dalam upaya mereka agar suara mereka didengar,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Demonstrasi meletus di Iran sejak Minggu, yang awalnya dipicu oleh krisis ekonomi. Demonstrasi kemudian meluas dan berubah menjadi tuntutan untuk mengganti rezim Khamenei.

Para pengunjuk rasa di berbagai kota di Iran meneriakkan slogan-slogan anti-rezim dan menyerukan agar Iran kembali ke sistem monarki. Mereka menuntut agar pemerintahan Iran dipegang oleh Reza Pahlavi, Putra Mahkota terakhir Kerajaan Iran dan Kepala Dinasti Pahlavi yang kini diasingkan dari Iran.

Kementerian Dalam Negeri Iran telah memperingatkan bahwa demonstrasi massal dipicu oleh propaganda luar. Wakil Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Ali-Akbar Pourjamshidian mengatakan isu ketidakstabilan mata uang Iran dipicu oleh rekayasa musuh-musuh Iran.

Pada hari Senin, Pahlavi memposting video di Instagram yang menyerukan rakyat Iran untuk turun ke jalan dan mengakhiri pemerintahan teokratis Teheran yang menggulingkan monarki ayahnya pada tahun 1979.

“Salam kepada rekan-rekan saya di pasar dan kepada mereka yang turun ke jalan. Selama rezim ini berkuasa, situasi perekonomian negara hanya akan bertambah buruk. Sekaranglah waktunya untuk menjaga solidaritas,” kata Pahlavi.

“Saya menyerukan kepada semua lapisan masyarakat untuk bergabung dengan mereka yang turun ke jalan dan menyerukan agar rezim ini dihentikan. Secara khusus, saya punya pesan untuk aparat keamanan dan polisi: Kendalikan nasib Anda sendiri. Rezim ini sedang runtuh. Jangan melawan rakyat, bergabunglah dengan rakyat,” lanjutnya.

Pada hari Minggu, nilai tukar rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencapai titik terendah sepanjang masa di angka 1,42 juta per dolar. Situasi ini memicu para pedagang untuk berdemonstrasi pada hari itu karena merasa tidak mampu lagi bersaing di pasar.

Selama beberapa dekade, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Iran hingga perekonomian Teheran terpuruk. Situasi ini memburuk setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menerapkan sanksi internasional karena program nuklir Iran.

(blq/rds)


Exit mobile version