Jakarta, Pahami.id —
resmi Iran Dan Amerika Serikat terlibat dalam perseteruan di media sosial sambil memamerkan kemampuan militer masing-masing.
Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, terlibat perang kata-kata dengan Wakil Kepala Staf Gedung Putih Dan Scavino usai memamerkan sistem pertahanan rudal Teheran.
Kontroversi bermula ketika Scavino pada 23 Mei mengunggah video spektakuler pesawat pembom B-2 Spirit di udara. Azizi membalas postingan tersebut dengan video peluncuran rudal Iran yang tepat sasaran.
Menanggapi video rudal Azizi, Scavino pada 2 Juni mengunggah gambar jam pasir, seolah menandakan waktu hampir habis bagi Iran untuk segera menyetujui negosiasi.
Azizi pada tanggal 4 Juni kemudian membalas Scavino dengan video uji coba rudal Kheibar Shekan, dengan judul: “Mari kita lihat apa yang terjadi!”
Menanggapi hal tersebut, Scavino menyatakan bahwa video tersebut direkayasa oleh kecerdasan buatan.
“LOL, kecerdasan buatan itu omong kosong, sama seperti penjara bawah tanahmu di ___________!” tulis Scavino.
Tak mau kalah, Azizi pun membalas Scavino dengan sindiran, “Apakah evakuasi hampir 9.000 orang Amerika dan penghancuran pangkalan militer Anda di kawasan (Timur Tengah) juga merupakan AI? :)”
AS dan Iran belum mencapai kesepakatan setelah beberapa putaran perundingan sejak gencatan senjata pada 8 April.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu (3/6) mengatakan “tidak ada kemajuan nyata” dalam negosiasi karena Israel terus menyerang kelompok milisi Hizbullah Lebanon, sekutu Teheran.
Meski begitu, Araghchi mengatakan jalur komunikasi dengan AS masih terbuka hingga saat ini. Namun, ia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Lebanon akan memicu “kembalinya konflik AS-Iran”.
Dikutip Al JazeeraLebanon dan Israel sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata pada hari Rabu. Namun, beberapa jam sebelumnya, Israel menyerang Lebanon selatan, menewaskan seorang anggota staf UNIFIL.
Hizbullah pada hari Kamis mengatakan mereka menolak untuk memperpanjang gencatan senjata. Sebab menyetujui perjanjian dianggap sama saja dengan menyerah.
(blq/rds)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google
