Jakarta, Pahami.id —
Pasukan gabungan TNI-Polri menyerang markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pemimpin Aibon Kogoya di wilayah Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3).
Kepala Operasi Satgas Perdamaian Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan, aksi tersebut dilakukan bersama Satgas Habema dan Rajawali.
Penyerangan dilakukan untuk menangkap Aibon Kogoya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang mengaku sebagai Komandan Kodap III D Dulla.
“Dalam operasi tersebut terjadi baku tembak antara aparat dengan KKB yang kemudian melarikan diri dan meninggalkan markas yang dikuasainya,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (3/3).
Dalam operasi yang digelar Minggu malam pukul 22.40 WIT, kata dia, KKB terlebih dahulu melepaskan tembakan sebelum akhirnya kabur dari markas.
Katanya, saat ini pasukan koalisi berhasil menduduki markas KKB. Faizal menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pihaknya menyita 561 pucuk senjata api berbagai kaliber.
Baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazine, magasin senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101, ujarnya.
Selain itu, kata dia, total juga ditemukan 12 unit telepon seluler, lima unit handy talky (HT), dan uang tunai Rp 79,9 juta.
Faizal mengatakan, dari belasan ponsel yang disita, dua di antaranya milik korban penyerangan KKB. Korban meninggal merupakan anggota Brimob Yonif C dan petugas keamanan PT Kristalin di Nabire.
Tegasnya, tindakan penertiban markas KKB merupakan salah satu bentuk upaya memulihkan keselamatan masyarakat dan wujud kehadiran negara.
“Kami akan terus melakukan upaya hukum dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Di sisi lain, Kasatgas Humas Operasi Perdamaian Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi tidak resmi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi tidak resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan,” tutupnya.
Lebih lanjut, saat ini aparat gabungan masih menyisir kawasan sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman selain memburu pelaku yang melarikan diri.
(tfq/wis)

