Jakarta, Pahami.id —
Tulsi Gabbard resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Intelijen Nasional (DNI) Amerika Serikat. Pengunduran diri tersebut diumumkan pada Jumat (22/5) waktu AS dan berlaku mulai 30 Juni 2026.
mengutip Washington PostSabtu (23/5), dalam surat pengunduran dirinya, Gabbard mengatakan alasan utama mundur dari jabatan strategis tersebut adalah kondisi kesehatan suaminya, Abraham Williams, yang didiagnosis menderita kanker tulang langka. Ia mengaku ingin fokus mendampingi keluarganya sepanjang masa pengobatan.
“Saat ini saya harus meninggalkan pelayanan publik untuk berada di sisinya dan mendukungnya sepenuhnya melalui perjuangan ini,” tulis Gabbard dalam surat yang diposting di akun media sosial X miliknya.
Namun sejumlah media asing memberitakan, pengunduran diri Gabbard tak lepas dari dinamika politik internal Gedung Putih dan ketegangan selama menjabat sebagai kepala komunitas intelijen AS.
Laporan Reuters Dan Washington Post mengatakan hubungan Gabbard dengan lingkaran keamanan nasional Presiden Donald Trump menjadi tegang, terutama karena sikapnya terhadap Iran. Ia beberapa kali disebut memiliki pandangan berbeda dibandingkan kebijakan garis keras pemerintahan Trump terhadap konflik Timur Tengah.
Selain itu, masa jabatan Gabbard juga diwarnai kontroversi. Beberapa anggota Partai Demokrat dan mantan pejabat intelijen AS mengkritik rekam jejak dan pendekatan politiknya karena dianggap terlalu partisan. Dia juga menarik perhatian atas pernyataannya mengenai Rusia, Suriah dan dugaan campur tangan politik terhadap badan intelijen AS.
media Inggris Penjaga menuturkan, masa kepemimpinan Gabbard sekitar 15 bulan ‘bergejolak’ dan penuh tekanan politik internal. Dia dilaporkan beberapa kali dikeluarkan dari diskusi kebijakan luar negeri Gedung Putih.
Sebaliknya, Trump terus memuji kinerja Gabbard setelah pengumuman pengunduran dirinya. Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump mengatakan Gabbard telah melakukan “pekerjaan luar biasa” saat memimpin kantor DNI.
Sayangnya, setelah melakukan tugasnya dengan baik, Tulsi Gabbard akan meninggalkan pemerintahan pada 30 Juni, tulis Trump. Al Jazeera.
Wakil Direktur DNI Aaron Lukas akan menjabat sebagai pejabat sementara sampai pemerintahan Trump menunjuk pejabat baru.
(tutup/asar)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

