Site icon Pahami

Berita Aktif Laporkan Data Kematian Selama Demo Iran, Siapa Sebenarnya HRANA?

Berita Aktif Laporkan Data Kematian Selama Demo Iran, Siapa Sebenarnya HRANA?


Jakarta, Pahami.id

Kelompok hak asasi manusia di Amerika, HRANAmenjadi salah satu organisasi nirlaba paling aktif dalam melaporkan kematian selama demonstrasi Iran.

HRANA pada Jumat (16/1) melaporkan jumlah korban tewas di Iran mencapai 3.090 kematian, dengan 2.885 di antaranya adalah pengunjuk rasa.


Sedikitnya 2.055 orang dilaporkan mengalami luka berat dan jumlah penangkapan meningkat menjadi 22.123 orang, kata HRANA.

Pahami.id tidak dapat mengkonfirmasi laporan ini karena pembatasan internet yang sedang berlangsung di Iran dan tidak dapat diaksesnya media resmi.

Kelompok pemantau internet NetBlocks baru-baru ini melaporkan bahwa telah terjadi peningkatan konektivitas internet di Iran, namun masih sekitar 2 persen dari tingkat normal.

profil HRANA

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) adalah sumber yang paling sering dikutip oleh media internasional mengenai jumlah korban dalam demonstrasi di Iran.

Menurut situs webnya, kantor berita yang berbasis di AS tersebut berafiliasi dengan Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran yang dikenal sebagai HRAI dan HRA.

HRANA menyatakan HRAI didirikan pada tahun 2005. Namun mereka tidak menyebutkan siapa pendiri organisasi tersebut.

Kelompok tersebut mengatakan sekelompok kecil aktivis Iran berkumpul pada bulan Februari 2006 untuk mengorganisir protes terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Republik Islam.

“Upaya ini menjadi dasar dari visi yang lebih besar yang pada akhirnya mengarah pada pembentukan organisasi Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran,” kata sebuah pernyataan di situs tersebut.

Pada bulan Maret 2010, HRANA secara resmi terdaftar di Iran, bertransisi dari organisasi semi-rahasia menjadi organisasi yang beroperasi secara terbuka di Iran.

Selama periode itu, HRANA secara terbuka membeberkan nama pemimpinnya. Pengungkapan ini dilakukan agar pemerintah Iran tidak lagi curiga seperti dulu.

Namun, mereka masih mengalami intimidasi dan penindasan. Oleh karena itu, HRANA membangun kantor pusatnya di Amerika Serikat dan mendaftarkan diri sebagai organisasi nirlaba.

HRANA mengatakan mereka “menerima dukungan keuangan yang sesuai” di sana.

Al Jazeera coba hubungi HRANA untuk meminta klarifikasi terkait sumber pendanaannya. Namun, juru bicara kelompok tersebut menolak dengan alasan keamanan.

Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa mereka memperoleh data tentang Iran dari sumber utama yang menolak disebutkan namanya.

Perbedaan antara HRANA dan data pemerintah

Ketika Iran berperang selama 12 hari dengan Israel pada Juni lalu, HRANA melaporkan 1.190 orang tewas dan 4.475 luka-luka dalam konflik tersebut. Korban termasuk warga sipil dan tentara.

Organisasi tersebut juga melaporkan 1.596 orang ditangkap oleh pasukan keamanan Iran selama perang.

Laporan HRANA ini bertentangan dengan data pemerintah Iran. Menurut Kementerian Kesehatan Iran, 610 orang tewas dalam perang tersebut dan 4.746 orang terluka.

Pada bulan September 2022, HRANA juga melaporkan jumlah kematian dan cedera dalam demonstrasi besar di Iran menyusul kematian Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang meninggal dalam tahanan setelah ditangkap karena dianggap berpakaian tidak pantas menurut hukum Islam.

HRANA saat itu melaporkan 200 orang tewas dan sekitar 5.500 orang ditangkap selama demonstrasi. Jumlah tersebut sejalan dengan data dewan keamanan nasional Kementerian Dalam Negeri Iran yang mencatat lebih dari 200 orang tewas sejak September.

Mengenai demonstrasi kali ini, televisi pemerintah Iran melaporkan jumlah korban tewas dalam demonstrasi tersebut sekitar 300 orang. Pemerintah mengatakan jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh kelompok hak asasi manusia dan media AS-Israel sengaja dilebih-lebihkan untuk membenarkan invasi ke Iran.

(blq/dmi)


Exit mobile version