Site icon Pahami

Berita Air PDAM Tercemar, Ikan Keracunan

Berita Air PDAM Tercemar, Ikan Keracunan

Daftar isi



Tanggerang, Pahami.id

Gudang material kimia insektisida di kawasan gudang Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangsel (Tunggu sebentar), dilalap api.

Kebakaran tersebut juga berdampak pada lingkungan sekitar. Salah satunya aliran sungai di Serpong, dekat lokasi kebakaran, dilaporkan tercemar dan menyebabkan ribuan ikan terapung diduga keracunan.

“Kami mendapat informasi dari pihak keamanan mengenai sungai yang diduga terkontaminasi sampah,” kata Pengawas DLH Kabupaten Serpong Tangsel, Firda Yofiyana, Senin (9/2).


CNNIndonesia.com telah merangkum fakta kebakaran gudang bahan kimia pestisida yang mencemari sungai di Tangsel:

Kronologi Kebakaran

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Stasiun Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Omay Komarudin mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB pada Senin pagi.

Menurut Omay, besarnya api disebabkan bahan kimia yang disimpan di gudang. Situasi ini membuat proses penghapusan menjadi cukup sulit. Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 70 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

5 ton insektisida diduga mencemari sungai

Kebakaran gudang bahan kimia yang terjadi diduga menyebabkan tumpahnya sekitar 2,5 ton pestisida sehingga mencemari lingkungan termasuk Sungai Jaletreng dan Sungai Cisadane.

Omay mengatakan, bahan kimia tersebut terbawa ke saluran drainase saat proses pemadaman, sebelum akhirnya dialirkan ke Sungai Cisadane. Menurut dia, sistem drainase di kawasan gudang terhubung langsung dengan aliran sungai, sehingga sisa api cepat masuk ke aliran air.

“Insektisida pembasmi hama itu ada sekitar lima ton. Sebagian bungkusnya pecah dan mencemari lingkungan. Limbah pecahan botol itu kemudian dialirkan ke Sungai Jaletreng,” kata Omay.

Sungai Cisadane tercemar, ikan-ikannya keracunan

Aliran Sungai Cisadane tercemar residu pestisida kimia. Pencemaran kimia ini menyebabkan biota air seperti ikan mati akibat keracunan. Namun warga akhirnya berkelahi dengan ikan-ikan yang dianggap mabuk dan muncul ke permukaan.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Banten telah mengambil sampel air Sungai Cisadane di beberapa titik yang terindikasi terkontaminasi limbah kimia cair untuk dilakukan pengujian laboratorium.

Pencemaran limbah kimia ini menyebabkan ikan-ikan di sepanjang sungai Cisadane mati setelah diduga keracunan. DLH Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak memakan ikan ini sampai ada hasil uji laboratorium.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang meminta warga tidak mengambil air dan ikan dari Sungai Cisadane.

“Risiko jangka panjang bahan kimia salah satunya kanker, jika masuk ke lambung adalah kanker usus besar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi.

Air PDAM terkontaminasi

Dampak pencemaran Sungai Cisadane juga berdampak pada distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang juga menghentikan distribusi air ke pelanggan.

Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, PDAM mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki ke beberapa pemukiman warga di bantaran Sungai Cisadane.

Seperti yang terjadi di Kampung Berkelir, Babakan, Kota Tangerang, sebuah truk tangki diserang warga yang sedang antri mendapatkan air bersih setelah tadi malam tidak mendapat air bersih karena terhenti.

Sri Hastuti, salah satu warga mengaku, air di rumahnya tidak keluar karena PDAM menghentikan penyalurannya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan air sungai Cisadane akibat kebakaran gudang bahan kimia tersebut.

Di sisi lain, Perumda Tirta Benteng (TB) Tangerang Kota Banten juga menghentikan sementara pasokan air bersih ke warga.

“Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan secara bertahap kami kembalikan normal,” kata Direktur Teknis Perumda Tirta Benteng Joko Surana.

Diakui Joko, air baku sungai Cisadane terkontaminasi residu bahan kimia berbahaya dengan bau menyengat, air sungai berminyak, dan kematian ikan secara mendadak.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB menghentikan operasinya,” kata Joko.

Dia memastikan DPRD TB berkoordinasi dengan pengelola Bendungan 10 untuk membuka pintu nomor 9 dan 10 guna mencegah sampah masuk ke laut. Upaya ini berarti air tidak lagi berbau atau menunjukkan tanda-tanda kontaminasi bahan kimia.

“Kami terus memantau kualitas air secara fisik dan kimia setiap 30 menit. Pukul 05.00 WIB air baku membaik dan kami mulai mengoperasikan Perumda TB IPA secara bertahap,” kata Joko.

Perumda TB menegaskan, seluruh air yang kini diredistribusikan telah melalui proses pemantauan dan dipastikan tidak terkontaminasi secara fisik maupun kimia.

Peredam TKR memastikan air bersih dan aman

Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) menyatakan, pencemaran aliran Sungai Cisadane tidak mempengaruhi kualitas air bersih.

Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Safar mengatakan, air bersih yang telah diolah dijamin layak untuk diminum dan memenuhi baku mutu yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

“Sebelum didistribusikan ke masyarakat, setiap air olahan telah melalui berbagai proses panjang dan tahapan pengendalian kualitas,” kata Sofyan.

Selain itu, kata Sofyan, pengelolaan air bersih juga telah melalui uji laboratorium yang menerapkan standar ISO 17025:2017 dan telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“Dari hasil pemeriksaan laboratorium, kualitas air dinyatakan memenuhi baku mutu dan aman digunakan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas air bersih,” jelas Sofyan.

Sofyan mengatakan, pihaknya juga melakukan pemantauan rutin terhadap sumber air baku dan drainase di beberapa lokasi instalasi pengolahan untuk menjaga kestabilan kualitas air.

Ia mencontohkan, air baku dan air proses adalah dua hal yang berbeda. Air yang diterima pelanggan telah melalui proses penyaringan dan pengujian menyeluruh untuk memastikan masih memenuhi standar keamanan.

“Sehingga air yang diterima pelanggan tetap sesuai standar,” ujarnya.

Polisi turun tangan

Polisi memeriksa lima orang saksi terkait kebakaran gudang bahan kimia tersebut. Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan, saksi berasal dari unsur keamanan karyawan perusahaan yang berada di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan pendahuluan, polisi menduga kebakaran terjadi akibat korsleting atau korsleting listrik. Meski demikian, penyelidikan akan terus mengungkap penyebab sebenarnya kebakaran tersebut.

Polres Tangsel juga mendalami dugaan tindak pidana terkait kebakaran gudang pestisida. Kebakaran tersebut diduga menimbulkan pencemaran lingkungan akibat cairan kimia yang mengalir ke daerah aliran sungai.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, penyidik ​​kini mendalami peristiwa kebakaran tersebut.

Wira membenarkan, gedung yang terbakar itu merupakan gudang penyimpanan bahan kimia. Akibat proses pemadaman tersebut, cairan pestisida bercampur air mengalir ke Sungai Jaletreng yang mengalir ke Sungai Cisadane.

(dod/kna/nat)


Exit mobile version