Site icon Pahami

Berita Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Diminta Angkat Kaki dalam 72 Jam

Berita Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Diminta Angkat Kaki dalam 72 Jam


Jakarta, Pahami.id

Afrika Selatan mengumumkan pemberhentian Wakil Duta Besar Israel Ariel Seidman dari wilayah ini. Seidman diduga telah berulang kali melakukan pelanggaran diplomatik, termasuk menghina Presiden Cyril Ramaphosa.

Meluncurkan CNBC Afrikapelanggaran yang dimaksud adalah dalam bentuk penggunaan platform Media sosial resmi Israel menghina Ramaphosa. Selain itu, Seidman juga dianggap sengaja tidak memberi tahu otoritas Afrika Selatan terkait kunjungan pejabat Israel.


Pernyataan itu tidak merinci postingan media sosial mana yang dianggap melanggar. Namun diduga kuat unggahan tersebut platform X di bulan November 2025 menjadi salah satu alasannya.

“Momen kebijaksanaan dan kejelasan diplomasi yang langka dari Presiden Ramaphosa,” tulis akun X Kedutaan Besar Israel di Afrika Selatan saat itu.

Seidman diberi waktu 72 jam sejak pengumuman dibuat untuk meninggalkan Afrika Selatan.

“Kami sangat berharap Kedutaan Besar Israel akan berkomunikasi dengan kami dengan hormat, dan [bahwa] mereka akan mengirimkan seseorang yang akan berkomunikasi secara terhormat dan menjunjung tinggi diplomasi. Itu yang kami inginkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan Chrispin Phiri di televisi Ruang Berita Afrika.

Menanggapi pengusiran tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar berencana mengambil tindakan pembalasan.

Mereka memerintahkan Duta Besar Afrika Selatan di Ramallah, Shaun Edward Byneeldt, untuk meninggalkan Israel dalam waktu 72 jam.

Hubungan kedua negara terus tegang sejak Afrika Selatan mengajukan kasus genosida terkait tindakan Israel di Gaza, Palestina ke Mahkamah Internasional. Israel menolak hal tersebut dan menganggap kasus tersebut tidak berdasar.

Pada tahun 2023, anggota parlemen Afrika Selatan juga memberikan suara mendukung penutupan Kedutaan Besar Israel di Pretoria dan menangguhkan hubungan diplomatik karena perang di Gaza. Namun keputusan tersebut tidak pernah dilaksanakan.

(pantat)


Exit mobile version