Site icon Pahami

Berita 9 WNI Diculik Israel Pulang ke RI sampai Penembakan di Gedung Putih

Berita 9 WNI Diculik Israel Pulang ke RI sampai Penembakan di Gedung Putih

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Sembilan warga negara Indonesia (warga negara Indonesia) relawan dari armada Global Sumud Flotilla yang diculik Israeltiba di Indonesia pada Minggu (24/5).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdalfatah AK Alsattari.

Sementara itu, peristiwa penembakan lainnya terjadi di Gedung Putih, Amerika Serikat pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat.


Berikut komentarnya di International Flash hari ini, Senin (25/5).

Sembilan relawan Indonesia (WNI) dari Global North Sumud Flotilla (GSF) di Jalur Gaza yang diculik Israel berada di Indonesia, Minggu (24/5).

Kesembilan WNI tersebut adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Hurricane Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV Rahendro Herubowo, mantan jurnalis INews Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad (GP Global Peace Convoy) Indonesia.

Kesembilan WNI tersebut sebelumnya ditahan pasukan Israel di perairan internasional saat berlayar bersama Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menerobos blokade Israel.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono menyampaikan terima kasih kepada pemerintah tiga negara yakni Turki, Yordania, dan Mesir atas bantuannya dalam memulangkan 9 WNI tersebut.

Iran dilaporkan siap menyerah atau berhenti memperkaya uraniumnya menyusul rumor bahwa Teheran dan Amerika Serikat akan melanjutkan perundingan dan setuju untuk mengakhiri perang.

Menurut dua pejabat AS, isu pengayaan uranium merupakan salah satu elemen penting dalam usulan perjanjian antara Iran dan Amerika. Dalam proposal perundingan yang terus diperbarui, Teheran setuju untuk berkomitmen menghilangkan persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

Namun, dikutip New York Times, para pejabat AS mengatakan proposal tersebut tidak menyelesaikan masalah teknis bagaimana Iran akan menyerahkan cadangan uraniumnya. Rincian ini akan dibahas dalam putaran perundingan berikutnya mengenai program nuklir Iran.

AS sebelumnya menginginkan moratorium pengayaan uranium selama 20 tahun, sementara Iran hanya menawarkan penangguhan hukuman yang lebih singkat.

Penembakan dan baku tembak terjadi di dekat Gedung Putih, Washington DC, pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat. Presiden Donald Trump dilaporkan baik-baik saja.

Penembak dilaporkan ditembak mati oleh petugas Dinas Rahasia yang sedang bertugas. Sementara itu, seorang warga sipil dilaporkan terkena tembakan.

Sekitar pukul 6 sore, seorang tersangka penembak mendekati pos pemeriksaan di luar kompleks Gedung Putih antara 17th Street dan Pennsylvania Avenue dan mulai menembaki petugas.

Petugas Secret Service membalas tembakan dan memukul pelaku. Namun pelaku akhirnya meninggal dunia di rumah sakit dekat lokasi. Sementara itu, dilaporkan tidak ada petugas Dinas Rahasia yang terluka.

Dalam kejadian ini, seorang warga sipil juga terkena peluru. Seorang aparat penegak hukum mengatakan warga yang terkena tembakan berada dalam kondisi kritis.

(tim)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version