Sibolga, Pahami.id –
Bencana tanah yang melanda kota SibolgaSumut menewaskan 57 orang dan memaksa 2.375 warga mengungsi pada Sabtu (29/11).
Kapolres AKBP Sibolga Eddy Inganta mengatakan, polisi bersama unsur SAR terus melakukan pencarian dan evakuasi di titik terdampak.
“Personel kami masih bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan. Prioritas kami adalah penyelamatan, evakuasi dan memastikan lokasi terdampak tetap aman bagi masyarakat,” kata Eddy, Sabtu (29/11).
Menurut Eddy, tercatat empat kecamatan terparah terdampak longsor, yakni Kota Sibolga dengan 4 kali longsor, menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 255 warga mengungsi.
Kemudian, Sibolga Utara mencatat 6 kejadian dengan 2 korban jiwa dan 1.050 warga mengungsi.
Selain itu, di Sibolga Sambas ada 1 kejadian, tidak ada korban jiwa, namun 210 warga terpaksa mengungsi.
AKBP Eddy menambahkan, kondisi cuaca yang tidak stabil membuat tim harus bekerja lebih hati-hati. Ia mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor.
Upaya penanganan terus dilakukan, antara lain pembukaan akses jalan, penyaluran bantuan, pencarian korban longsor di kawasan Sibolga, jelasnya.
(FNR/SFR)

