Tanggerang, Pahami.id —
Banjir di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten tangerangBanten, sudah berlangsung selama 5 hari, sejak Kamis (22/1) dan belum surut hingga Senin malam (26/1).
Pemantauan CNNIndonesia.comBanjir dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 80 sentimeter menggenangi pemukiman, pintu masuk desa, dan persawahan.
Beberapa tenda pengungsi berdiri di sepanjang jalan desa. Tenda darurat berbahan bambu dan terpal biasanya dihuni sekitar lima kepala keluarga. Selain tenda subsisten warga, juga terdapat tenda pengungsian milik Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Petugas juga mendirikan tenda dapur umum dan posko kesehatan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir.
Ketua Kampung Cirumpak, Ridwan Afif mengatakan, banjir di wilayahnya berdampak pada sekitar 1.800 KK atau lebih dari 4.000 warga yang tersebar di 10 RT.
Banjir terjadi sejak 22 Januari, mulai tinggi di pemukiman warga pada tanggal 25, hingga ketinggian tidak normal melebihi satu meter, kata Ridwan, Senin sore.
Menurut Ridwan, situasi banjir saat ini berangsur-angsur surut setelah lima hari pemukiman warga terendam banjir. Namun debit air masih berfluktuasi.
Banjirnya sedikit berkurang, paling rendah 50 sentimeter, paling tinggi 80 sentimeter, jelasnya.
Diakui Ridwan, penanganan banjir pada awal kejadian belum maksimal karena terbatasnya bantuan dan peralatan bencana yang datang terlambat.
“Setiap hari hujan, namun awalnya hanya ada beberapa tenda pengungsian karena banjir terjadi di 27 mukim lainnya, namun kini sudah teratasi,” jelasnya.
Dia memastikan situasi logistik warga terdampak aman. Dapur umum di lokasi banjir Desa Cirumpak dijadwalkan beroperasi pada Selasa (27/1).
“Jadi dapur umum ini mulai beroperasi besok,” ujarnya.
(dod/dal)

