Site icon Pahami

Berita 4 WN Pakistan dan Yordania Diduga Curi 52 Kalung Emas di Surabaya

Berita 4 WN Pakistan dan Yordania Diduga Curi 52 Kalung Emas di Surabaya


Surabaya, Pahami.id

Empat Warga negara Asing (WNA) didakwa bersekongkol mencuri emas di kawasan toko perhiasan di Jalan Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya. Mereka berhasil menggondol total 52 rantai dan gelang emas 16 karat dengan berat total 135 gram.

Kepala Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang mengatakan, keempat tersangka adalah Yasmeen dan Zara yang masing-masing berasal dari Pakistan. Sedangkan dua lainnya adalah Fara dan Maryam asal Yordania.

Herlambang mengatakan, mereka saling berbagi peran. Cara yang dilakukan penjahat adalah dengan membuat keributan dan memanfaatkan keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris para pekerja toko emas.


“Mereka membagi kelompok menjadi dua dan menyamar sebagai pembeli dan membuat keributan,” kata Herlambang, Rabu (14/1).

Kata Herlambang, mereka juga menyembunyikan identitasnya dengan mengenakan gamis dan hijab. Sedangkan satu lagi memakai topi dan masker.

Pelaku memecah konsentrasi penjaga toko dengan marah karena pelayan mengeluarkan satu per satu emas tersebut, sedangkan pelaku ingin semua barang yang ingin dibelinya dikeluarkan dengan menunjuk barang tersebut, ujarnya.

Karena kendala bahasa, pekerja mengeluarkan enam nampan berisi 84 rantai dan 84 mata rantai. Kemudian terjadi keributan dan salah satu pelaku terekam CCTV saat melakukan pencurian, ujarnya.

Kata Herlambang, kedua orang itu tidak membelinya dan pergi begitu saja. Sementara itu, kelompok pelaku lainnya atau dua orang yang berpura-pura menjadi pembeli anting bayi juga buru-buru kabur dan menolak memberikan bukti transaksinya.

“Setelah keempat orang tersebut keluar dari toko, ditemukan 52 buah perhiasan emas berupa rantai dan gelang seberat 135 gram dengan kadar 16 karat yang dikeluarkan pelayan, hilang,” ujarnya.

Herlambang mengatakan, pihaknya kemudian memburu empat WNA tersebut. Mereka berhasil diamankan di sebuah hotel di Jakarta Pusat.

Setelah melakukan aksinya di Surabaya, keempat pelaku melarikan diri ke Jakarta, ujarnya.

(fra/frd/fra)


Exit mobile version