Site icon Pahami

Berita 4 Poin Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing China

Berita 4 Poin Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing China

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan bilateral di Beijing pada Kamis (14/5).

Pertemuan bilateral kedua negara digelar di Gedung Pemerintahan Great Hall of the People sisi barat Lapangan Tiananmen, Beijing, China.


Pertemuan kedua pemimpin negara ini untuk membahas beberapa isu sensitif mulai dari perang Iran, perang dagang, hingga Taiwan.

Keduanya juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan sebelum Trump melanjutkan agendanya mengunjungi Kuil Surga, situs bersejarah peninggalan kerajaan China.

Inilah poin pentingnya CNNIndonesia.com merangkum pertemuan antara Trump dan Xi Jinping:

Trump mendatangkan para bos teknologi AS

Dalam kunjungannya kali ini, Trump didampingi sederet bos teknologi AS, mulai dari CEO Tesla Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, hingga CEO Apple Tim Cook.

Trump mengatakan kehadiran para pemimpin perusahaan teknologi AS bersamanya di Tiongkok untuk memberikan penghormatan kepada Tiongkok. Dia berkata dia membawa orang-orang terbaik ke Tiongkok.

“Kami memiliki orang-orang yang luar biasa, dan mereka semua mendukung saya,” kata Trump dalam pidato pembukaannya, dikutip dari CNN CNNKamis (14/5).

“Kami menghubungi 30 orang terbaik di dunia. Masing-masing dari mereka setuju, dan saya tidak ingin orang kedua atau ketiga di perusahaan,” tambahnya.

Selain Musk, Huang, dan Cook, ada beberapa pemimpin perusahaan teknologi lain yang juga mendampingi Trump, seperti Robert “Kelly” Ortberg. Ortberg adalah mantan CEO perusahaan manufaktur dirgantara Rockwell Collins, yang kini menjabat sebagai CEO Boeing.

Trump memuji Xi Jinping

Duduk di hadapan Xi, Trump memuji hubungan antara Tiongkok dan AS yang terus menguat selama masa jabatannya dan Xi.

Trump bahkan mengungkapkan bahwa dirinya dan Xi Jinping memiliki hubungan yang “hebat” dan diklaim memiliki hubungan bilateral terlama dibandingkan presiden AS sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Trump juga menilai Xi Jinping sebagai salah satu pemimpin besar.

“Saya sangat menghormati Tiongkok dan apa yang telah Anda capai. Anda adalah pemimpin yang hebat. Saya mengatakan itu kepada semua orang. Anda adalah pemimpin yang hebat. Kadang-kadang orang tidak suka saya mengatakan itu, tapi saya tetap mengatakannya karena itu benar. Saya hanya mengatakan yang sebenarnya,” ujarnya.

Xi mengatakan AS dan Tiongkok tidak boleh menjadi saingan

Xi Jinping menegaskan, Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai negara besar hendaknya saling bekerja sama, bukan bersaing dalam menghadapi tantangan geopolitik dunia saat ini.

Xi menggambarkan situasi global sebagai kekacauan dan mengatakan dunia telah “tiba di persimpangan jalan baru”. Dia menekankan apakah AS dan Tiongkok dapat mengatasi apa yang disebutnya “Perangkap Thucydides”.

Menurut Xi, AS dan Tiongkok bisa mendapatkan keuntungan dan manfaat jika kedua negara memaksimalkan kerja sama dibandingkan memanfaatkan persaingan kedua negara adidaya tersebut.

Xi juga mempertanyakan apakah AS dan Tiongkok mampu mengesampingkan perbedaan dan kepentingan pribadi mereka serta memprioritaskan kepentingan kedua negara besar tersebut bahkan dunia secara keseluruhan.

“Saat ini, perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terjadi dengan semakin cepat. Situasi internasional ditandai dengan gejolak dan transformasi, dan dunia telah tiba di persimpangan jalan baru,” kata Xi Jinping.

“Dapatkah Tiongkok dan Amerika Serikat mengatasi apa yang disebut ‘Jebakan Thucydides’ dan menciptakan paradigma baru dalam hubungan negara adidaya?” dia menambahkan.

Peringatan Xi tentang Taiwan

Xi Jinping memperingatkan Trump untuk tidak melakukan tindakan yang salah terhadap Taiwan. Menurutnya, langkah yang salah akan membawa kedua negara ‘konflik’.

Xi mengatakan kedua negara harus menjadi mitra, bukan saingan, menyoroti masalah Taiwan yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya.

“Masalah Taiwan adalah isu paling penting dalam hubungan Tiongkok-AS,” kata Xi, menurut pernyataan yang dimuat media pemerintah Tiongkok, dilansir AFP, Kamis (14/5).

“Jika tidak ditangani dengan benar, kedua negara dapat terpecah atau berkonflik, yang akan mendorong seluruh hubungan Tiongkok-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya,” tambahnya.

Menurutnya, AS dan China bisa sama-sama mendapatkan keuntungan dan keuntungan jika kedua negara memaksimalkan kerja sama dibandingkan mengeksploitasi persaingan kedua negara adidaya tersebut.

Xi juga mempertanyakan apakah AS dan Tiongkok mampu mengesampingkan perbedaan mereka dan memprioritaskan kepentingan kedua negara besar ini bahkan dunia secara keseluruhan.

(tfq/rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google





Exit mobile version