Jakarta, Pahami.id —
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, 37 RT dan 12 ruas jalan di Ibu Kota masih terendam banjir banjir pada Minggu malam (18/1). Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan melaporkan hingga pukul 20.00 WIB, sebanyak 19 RT di Jakarta Barat terendam dengan ketinggian air 10-50 sentimeter (cm) dan 11 RT di Jakarta Timur dengan ketinggian air 60-80 cm.
Selanjutnya, empat RT di Jakarta Utara dengan tinggi 25-30 cm, dan tiga RT di Jakarta Selatan (30 cm).
Selain itu, 12 ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 10-50 cm di Jakarta Utara.
Yohan juga menyebutkan, ketinggian air tertinggi di Jakarta Barat berada di Kecamatan Kedaung Kali Angke dengan delapan RT mencapai 20-50 cm, Kecamatan Rawa Buaya tiga RT pada ketinggian 10 cm, Kecamatan Jelambar satu RT pada ketinggian 20 cm, Kecamatan Kamal dengan empat RT pada ketinggian 25-30 cm, dan Kecamatan Tegal Alurtiga pada ketinggian 25-30 cm, serta Kecamatan Tegal Alurtiga pada ketinggian 25 cm.
Di Jakarta Timur yakni di Kelurahan Rawa Terate terdapat dua RT yang terendam dengan ketinggian 65 cm, Kecamatan Cawang terdapat lima RT dengan ketinggian 80 cm, Kecamatan Bidara Cina terdapat empat RT dengan ketinggian 60 – 80 cm.
Sementara di Jakarta Utara, banjir terjadi di satu RT, Kecamatan Pademangan Barat, mencapai ketinggian 30 cm, di Kecamatan Tanjung Priok terdapat satu RT dengan tinggi 25 cm, dan di Kecamatan Kapuk Muara terdapat dua RT dengan ketinggian air 30 cm.
Sedangkan di Jakarta Selatan ada tiga RT di Kecamatan Cipete Utara yang tingginya 20 cm akibat meluapnya Kali Krukut, kata Yohan.
Jumlah pengungsi akibat banjir di Jakarta Barat berada di Kelurahan Tegal Alur sebanyak 12 KK atau 29 jiwa dan di Kelurahan Kamal sebanyak 5 KK atau 22 jiwa. Sementara di Jakarta Timur, di Kampung Rawa Terate, terdapat 35 KK atau 105 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.
BPBD DKI mengerahkan anggotanya untuk memantau situasi banjir di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Jalan Raya, dan Dinas Gulkarmat untuk menyedot genangan air dan memastikan saluran air bekerja sama dengan baik bersama lurah dan kepala mukim serta menyediakan kebutuhan pokok bagi para penyintas.
“Kami mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi banjir. Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi 112,” ujarnya.
(pta)

