Jakarta, Pahami.id –
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/11) merilis data terkini korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumut yang menyebabkan 176 orang meninggal dunia dan 160 lainnya masih dalam pencarian.
Jumlah korban mencapai 1.090 orang, dengan rincian 176 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, 722 orang luka ringan, 160 orang dalam pencarian.
Ferry mengatakan banjir dan tanah longsor terjadi pada 24-28 November 2025 dengan jumlah kejadian sebanyak 503 kejadian yang terdiri dari tanah longsor 166 kasus, banjir 315 kasus, pohon tumbang 20 kasus, dan angin puting beliung 2 kasus.
Daerah terdampak bencana adalah Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Nias, Padangsidimpuan, Langkat, Nias Selatan, Serdangbedagai, Medan, Deliserdang, Tanah Karo, Tebingtinggi, Batubara, Binjai dan Asahan, jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa daerah mencatat banyak korban jiwa, misalnya Tapanuli Tengah tercatat 47 orang meninggal dunia, 51 orang masih hilang, dan 664 warga mengungsi. Kemudian Kota Sibolga mencatat 33 orang meninggal dunia dan 56 orang masih hilang.
Selain itu, di Tapanuli Selatan 47 orang meninggal, 28 orang tidak ditemukan, dan 5.482 warga dievakuasi, kemudian di Tapanuli Utara 26 orang, dan 23 orang tidak ditemukan, ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini petugas masih berupaya mengirimkan logistik, komunikasi, dan bantuan medis tepat waktu ke titik-titik terdampak. Sebanyak 3.843 anggota Polri, TNI, dan instansi terkait dikerahkan.
Oleh karena itu, Tim Gabungan Polda Sumut telah mengoperasikan jalur darat, udara, dan laut untuk mempercepat penyaluran bantuan, jelas Ferry.
Saat ini Polda Sumut sedang merencanakan langkah-langkah percepatan operasi seperti pendataan kebutuhan tambahan logistik dan peralatan SAR, penyaluran bantuan pesawat CN-295 di Mabes Polri serta bantuan dari Polda Sumut dan Polda Sumut.
Kemudian mempercepat pencarian korban yang masih hilang, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menambah lokasi pengungsian yang layak, ujarnya.
(FNR/FEA)

