Site icon Pahami

Rekam Jejak Adhitya Wardhono Pakar Ekonomi Unej yang Jadi Panelis Debat Cawapres: Jebolan Kampus Top Dunia – Berita Jatim

Rekam Jejak Adhitya Wardhono Pakar Ekonomi Unej yang Jadi Panelis Debat Cawapres: Jebolan Kampus Top Dunia

Pahami.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia telah merilis nama-nama panelis debat wakil presiden. Tercatat ada 11 nama panelis, salah satunya adalah ekonom Universitas Jember (UNEJ) yang juga dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Adhitya Wardhono.

Dalam debat wakil presiden yang berlangsung pada 22 Desember 2023, salah satu isu yang akan dibahas adalah perekonomian. Adhitya mengaku tak menyangka bisa ditunjuk menjadi salah satu panelis debat cawapres.

“Saya tidak menyangka menjadi anggota panel pada debat cawapres. Rencananya seluruh anggota panel akan dikarantina hingga debat selesai,” ujarnya seperti dikutip Antara.

“Kami berharap ketiga calon wakil presiden ini dapat memberikan gagasan, gagasan, strategi dan jawaban yang rasional dan sangat bagus, sehingga dapat menjadi acuan masyarakat dalam menentukan pilihannya nanti,” lanjutnya.

Terpilihnya Adhitya di debat cawapres membuat Universitas Jember turut menyumbangkan nama dua dosennya. Sebelumnya dalam debat calon presiden ada nama Prof. Bayu Dwi Anggono yang merupakan Dekan Fakultas Hukum Unej sebagai panelis.

Lantas bagaimana rekam jejak Adhitya Wardhono?

Diketahui, Adhitya juga merupakan anggota Forum Akademik Penulis Kebijakan Moneter Bank Indonesia (Forum APIK) Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

Latar belakang pendidikan Adhitya memang tidak main-main. Dikutip dari data Unej, gelar masternya diperolehnya dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Philipps Marburg, Jerman.

Adhitya kemudian mendapat gelar doktor dari salah satu kampus bergengsi di Jerman, Georg-August University of Goettingen. Sebagai informasi, kampus ini menduduki peringkat 232 dunia menurut QS World University Rankings 2024.

Menariknya, kampus ini didirikan oleh Raja Inggris, King George III. Pada tahun 1734, Raja George III meminta menteri di Hanover, Gerlach Adolph von Munchhausen, untuk mendirikan kampus.

Kembali ke Adhitya, sebagai akademisi banyak sekali hasil penelitian yang ia hasilkan, seperti Kajian Pemanfaatan Aset Kecamatan Eks SPBU Sukorejo Desa Karangrejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember yang dirilis pada tahun 2014.

Kemudian pada tahun 2019, ia merilis penelitian dengan judul ‘Studi Kelayakan Lokasi Wisata di Kabupaten Lumajang: Gunung Wayang, Gunung B29, Danau Ranu Pane, dan Air Terjun Tumpak Sewu’

Bahkan dalam menerbitkan artikel ilmiah di jurnal, Adhitya sangat produktif. Tercatat ia menerbitkan 31 artikel jurnal, yang terakhir berjudul ‘Identifikasi dan Strategi Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Banyuwangi, Indonesia’

Tak hanya itu, Adhitya juga tercatat telah menerbitkan 9 buku perekonomian, yang terbaru terbit pada tahun 2019 berjudul ‘Peran Penjaminan Kredit dalam Pembiayaan UKM: Bukti dari Perdesaan dan Perkotaan di Indonesia dan merupakan buku dari bab buku: Membuka Kunci Pembiayaan UKM di Asia Peran Pemeringkatan Kredit dan Skema Penjaminan Kredit Diedit oleh : Naoyuki Yoshino, Farhad Taghizadeh-Hesary’

Exit mobile version