Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,8 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Alokasi Program Makan Bergizi Gratis
Dari total anggaran tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi sekitar Rp240,2 triliun.
“Pada RAPBN tahun anggaran 2027, anggaran untuk program MBG melalui BGN direncanakan sebesar Rp240.201,5 miliar (Rp240,2 triliun),” tulis Buku II Nota Keuangan Hal. 3-44, dikutip Rabu (19/8).
Pemerintah menargetkan program MBG dapat memenuhi kebutuhan 72,1 juta penerima manfaat pada tahun 2027. Penerima manfaat ini terdiri dari siswa, prasiswa, ibu hamil atau menyusui, serta balita.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya dan Arah Kebijakan
Anggaran MBG pada tahun 2027 tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2026. Pada tahun 2026, anggaran MBG berada di angka Rp268,0 triliun dengan target 82,9 juta penerima manfaat.
Pemerintah menyatakan bahwa pemberian asupan gizi yang terjamin melalui MBG yang disempurnakan tata kelola dan target sasarannya di Satuan Pendidikan merupakan salah satu fokus arah kebijakan anggaran pendidikan tahun 2027.
Arah kebijakan dan strategi program MBG difokuskan pada perbaikan tata kelola pelaksanaan program MBG secara komprehensif, penataan seluruh SPPG, hingga refocusing penerima manfaat program MBG.
Selain itu, pemerintah juga fokus pada pembentukan command centre program MBG untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta penyusunan survei status gizi penerima manfaat program MBG.
Alokasi untuk Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek
Selain untuk program MBG, anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 juga dialokasikan untuk sejumlah program lain.
Program tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Dalam RAPBN 2027, Kemendikdasmen mendapat alokasi sekitar Rp61,1 triliun. Sementara itu, Kemendiktisaintek menerima alokasi sebesar Rp65,1 triliun.

