Site icon Pahami

Kedubes AS Imbau Warga Negaranya Jauhi Sejumlah Area Demonstrasi di Jakarta

Kedubes AS Imbau Warga Negaranya Jauhi Sejumlah Area Demonstrasi di Jakarta

Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta meminta seluruh warga negara mereka untuk menjauhi sejumlah wilayah di ibu kota pada Jumat (28/8) ini, menyusul aksi unjuk rasa yang terjadi sehari sebelumnya.

Lokasi Demonstrasi yang Perlu Dihindari di Jakarta

Selain itu, Kedubes AS merilis daftar lokasi yang menjadi titik demonstrasi aktif berdasarkan laporan kepolisian setempat. Selain menghindari area tersebut, pihak kedutaan juga menyarankan agar warga AS meningkatkan kewaspadaan.

Polisi melaporkan adanya demonstrasi aktif di lokasi-lokasi berikut: di depan terminal bus Kemanggisan arah utara, Jakarta Barat; dekat Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat; di depan terminal bus Peamburan, Jakarta Pusat; dan di depan Kompleks DPR/MPR, Jakarta Pusat, demikian keterangan Kedubes AS di Jakarta di laman resminya.

Peringatan Keamanan dan Potensi Kericuhan

Tidak hanya itu, Kedubes AS menyoroti bahwa aksi protes ini telah mengakibatkan peningkatan kehadiran polisi, penutupan jalan, hingga gangguan lalu lintas.

Setiap demonstrasi, bahkan yang dimaksudkan untuk damai, dapat meningkat dan berubah menjadi kekerasan, bunyi imbauan Kedubes AS. Lebih lanjut, pihak kedutaan menegaskan instruksi agar warga mereka menjauhi titik-titik keramaian.

Hindari area di sekitar Kompleks DPR MPR, dan area protes lainnya. Hindari keramaian. Hindari demonstrasi, lanjut Kedubes AS.

Imbauan Perjalanan dan Situasi Terkini Aksi Unjuk Rasa

Sebagai langkah antisipasi, Kedubes AS juga meminta warga AS memantau media lokal guna mendapat informasi terkini. Warga AS juga diminta menyisihkan waktu tambahan untuk melakukan perjalanan imbas kemungkinan adanya penutupan jalan.

Ikuti petunjuk dari pihak berwenang setempat. Waspadai lingkungan sekitar Anda, tutup Kedubes AS.

Demonstrasi sejumlah elemen masyarakat digelar di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada Kamis kemarin. Aksi unjuk rasa itu terutama dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Massa menuntut pengesahan rancangan undang-undang (RUU) perampasan aset. Namun, menjelang malam, situasi demonstrasi memanas ketika massa berusaha merusak pagar gerbang utama Gedung DPR/MPR.

Sebagai langkah penanganan, polisi memukul mundur demonstran hingga massa berlarian. Di sejumlah lokasi, sejumlah orang membakar pos polisi dan kendaraan.

Exit mobile version